Seluma,OpsJurnal.Asia -
Sikap yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang tenaga pendidik telah membuat oknum guru di SDN 82 Seluma menjadi sorotan.
Oknum guru tersebut melakukan tindakan yang menyakan profesi jurnalis sebagai tukang meminta- minta uang disekolah ,terjadi pada, Selasa (26/5/2026),
Perlakuan itu terjadi saat salah satu rekan jurnalis menyambangi sekolah tersebut dengan maksud menanyakan hal-hal umum seperti SPMB,serta kegiatan lain nya,selang beberapa lama langsung salah seorang guru menanyakan untuk apa anda datang kesekolah tidak suka diberitakan,kami takut dan terganggu dengan nada yang tidak sepatutnya terlontar dari seorang tenaga pendidik.
Oknum guru di SDN 82 Seluma tersebut justru mengatakan bahwasanya media-media online hanyalah datang dang meminta uang.
Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi keras dari kalangan insan pers. Ucapan tersebut dinilai bukan sekadar bentuk ketidaksukaan terhadap profesi jurnalis, oknum guru SDN 82 Seluma terkesan alergi terhadap profesi wartawan.
Pernyataan oknum guru SDN 82 Seluma tersebut justru mengarah pada sikap merendahkan profesi wartawan yang memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi kepada publik.
Wartawan menyampaikan informasi untuk kepentingan publik, bukan untuk direndahkan. Sikap seperti ini mencederai kemitraan antara dunia pendidikan dan awak media.
Wartawan bekerja dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers, serta memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kalau ada pihak yang alergi terhadap kehadiran wartawan,lalu merespons dengan nada meremehkan, itu patut dipertanyakan. Terlebih yang bersangkutan berada di lingkungan pendidikan yang seharusnya memberi contoh etika komunikasi yang baik. Pers adalah pilar demokrasi. Sikap seperti ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali, apalagi ini adalah institusi pendidikan.
Hal ini menjadi perhatian publik dan kalangan insan pers di Kabupaten Seluma, mencerminkan buruknya etika komunikasi seorang aparatur di dunia pendidikan dan dikhawatirkan dapat mencoreng citra institusi sekolah yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, SDN 82 Seluma memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan tersebut.
(yd)

