• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ribuan ATS Jadi Sorotan, Pemkab Bojonegoro Kumpulkan 100 Ide Pendidikan

    Selasa, 26 Mei 2026, Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T07:50:03Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsNjrnal.Asia.
    Suasana Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro dipenuhi pembahasan soal masa depan pendidikan.

    Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Inspira Risbo menggelar forum diseminasi dan crowdsourcing 100 ide pendidikan.

    Forum itu dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, OPD, akademisi, hingga pegiat pendidikan.

    Di hadapan peserta, Setyo Wahono menilai dunia pendidikan di Bojonegoro masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.

    “Kalau hak pendidikan belum dirasakan semua anak, berarti kita masih harus banyak belajar dan berbenah,” ujarnya.

    Ia menegaskan persoalan Anak Tidak Sekolah atau ATS tidak mungkin selesai bila hanya dibebankan kepada pemerintah.

    “ATS ini bukan sekadar angka. Di belakangnya ada masa depan anak yang harus diselamatkan bersama,” tegasnya, Selasa 26 Mei 2026.

    Bupati juga mengaku akan lebih sering turun lapangan melihat langsung kondisi anak-anak yang belum bersekolah.


    Menurutnya, masih ada anak yang memilih menutup diri hingga akhirnya perlahan menjauh dari dunia pendidikan formal.

    Lewat forum tersebut, pemkab berharap lahir gagasan baru yang bisa diterapkan dalam perencanaan pendidikan daerah.

    Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyebut pendidikan bukan tugas satu lembaga saja.

    “Pendidikan ini PR bersama. Tidak cukup hanya sekolah atau pemerintah, semua elemen harus ikut bergerak,” katanya.

    Ia mengatakan persoalan pendidikan membutuhkan dukungan masyarakat hingga lingkungan sekitar agar penanganannya berjalan efektif.

    Dalam kesempatan itu, Anwar mengungkapkan jumlah Anak Tidak Sekolah di Bojonegoro masih tergolong tinggi.

    “Data terakhir kami masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini tantangan besar yang tidak bisa dianggap biasa,” pungkasnya. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini