• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Larung Sesaji dan Gema Dangdut Meriahkan Sedekah Laut Muarareja 2026

    Minggu, 12 Juli 2026, Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T12:21:24Z
    masukkan script iklan disini



    KOTA TEGAL, opsjurnal.asia – Gelombang syukur menyapu kawasan pesisir Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, sepanjang akhir pekan lalu. Ratusan warga dan nelayan dengan khidmat menggelar tradisi Sedekah Laut 2026, sebuah ritual tahunan yang tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan nafas budaya yang terus dijaga di tengah gempuran modernitas. Rangkaian acara yang berlangsung dari Jumat hingga Senin (10-13/7/2026) ini berjalan meriah, memadukan nuansa religius, seni, dan gotong royong masyarakat pesisir.



    Sedekah Laut merupakan warisan leluhur yang sarat makna. Bagi masyarakat Muarareja, tradisi ini adalah manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut, sekaligus permohonan doa agar para nelayan senantiasa diberi keselamatan saat melaut dan rezeki yang berkelimpahan. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai luhur ini justru semakin menguat sebagai perekat sosial.



    Rangkaian kegiatan dibuka pada Jumat malam dengan kenduri doa bersama yang diikuti lintas generasi. Memasuki puncak acara pada Sabtu pagi, hiruk-pikuk karnaval dan arak-arakan ancak warga berbondong-bondong memadati jalan menuju pantai, memamerkan kreativitas dalam setiap hiasan ancak yang diusung. Pagi harinya, gelak tawa dan tepuk tangan pecah menyambut pertunjukan wayang golek, yang menjadi hiburan rakyat sekaligus upaya pelestarian seni budaya Sunda yang akrab di telinga warga Tegal.



    Puncak ritual yang paling dinantikan berlangsung pada Minggu pagi, saat prosesi larung sesaji digelar di tengah laut. Dalam prosesi sakral ini, tiga ancak berisi kepala kambing, bekakak, serta ayam panggang dilarung ke ombak. Bagi para nelayan, momen ini adalah simbol pasrah dan harapan: agar tangkapan ikan semakin melimpah dan mereka dijauhkan dari marabahaya saat mencari nafkah di tengah samudra.



    Kemeriahan tak mereda. Pada Minggu siang, panggung hiburan bergema dengan alunan musik dangdut bersama Orkes Citra Nada yang menghadirkan bintang panggung Dewi Mahira. Ratusan pasang mata dan telinga terpukau oleh perpaduan irama modern yang tetap membumi. Sementara itu, pada Senin malam, rangkaian acara ditutup dengan suguhan sandiwara tarling (Tegal, Brebes, dan sekitarnya), yang menjadi favorit warga sebagai penutup rangkaian syukur yang manis.



    Ketua Panitia Sedekah Laut Muarareja 2026, Dhulatif, menyampaikan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat luar biasa. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan cerminan identitas masyarakat pesisir.



    “Sedekah Laut adalah warisan turun-temurun yang harus kita rawat. Nilai utamanya adalah syukur dan kebersamaan. Kami berharap generasi muda tidak hanya menyaksikan, tapi juga ikut merawat dan melestarikan tradisi ini. Selain sebagai doa keselamatan dan rezeki, ini juga momen penting untuk mempererat silaturahmi antarkampung,” ujar Dhulatif dengan penuh haru.



    Melalui penyelenggaraan Sedekah Laut Muarareja 2026, masyarakat membuktikan bahwa kearifan lokal bisa berdampingan dengan kemajuan zaman. Tradisi ini bukan lagi sekadar ritual, tetapi telah menjadi ikon budaya yang memperkuat jati diri Kota Tegal sebagai kota bahari yang kaya akan nilai-nilai luhur.


    (PEWARTA : YANI)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini