GARUT – Opsjurnal.asia | Berita Sosial & Kemanusiaan - KH. Hasan Mustofa Pimpin Langkah Kebaikan, Iim Biduri Wujudkan Ajaran Sang Guru
Minggu, 12 Juli 2026 – Di bawah teduhnya halaman Pondok Pesantren Al-Amanah Tarbiyatul Athfal, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, hari ini terukir bukti nyata keberkahan ilmu yang diturunkan dari hati ke hati. Program rutin kepedulian sosial yang digagas langsung oleh Pimpinan Ponpes, Al-Mukarram KH. Hasan Mustofa, menghadirkan sukacita mendalam bagi anak-anak di sekitar lingkungan pesantren.
Kegiatan Sunatan Massal dan Santunan Anak Yatim serta Dhuafa ini berlangsung penuh keikhlasan, menjadi wujud nyata visi pesantren untuk tidak hanya mencetak kecerdasan akal, melainkan juga menumbuhkan hati yang peka terhadap sesama. Sebagai bentuk bakti dan meneladani ajaran Gurunya, Iim Ibrahim (yang akrab disapa Iim Biduri) turut hadir mendukung sepenuhnya pelaksanaan program mulia ini.
Berdasarkan pengamatan langsung dan keterangan panitia, sebanyak 15 orang anak dengan penuh keberanian melaksanakan proses sunat, sementara 53 orang penerima manfaat menerima santunan dan perhatian tulus dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amanah Tarbiyatul Athfal.
Rasa cemas yang sempat membayangi perlahan sirna, berganti keyakinan saat mereka merasakan perlindungan dan kasih sayang yang diberikan. Di sini terlihat jelas: kebaikan yang ditanam Sang Guru telah tumbuh menjadi semangat bakti di dada muridnya, demi kebaikan anak-anak yang membutuhkan.
Saat dimintai tanggapan oleh awak media, KH. Hasan Mustofa (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amanah Tarbiyatul Athfal) menyatakan:
"Pesantren bukan sekadar tempat belajar mengaji, melainkan rumah bagi siapa saja yang membutuhkan sandaran. Program ini lahir dari keprihatinan kami melihat banyak anak yang belum mampu mendapatkan hak kesehatan dan kasih sayang. Kehadiran Bapak Iim Biduri hari ini adalah bukti bahwa ilmu dan nasihat yang kami sampaikan sampai ke hati dan diamalkan. Inilah keberkahan yang kami cari: ketika muridnya tidak lupa untuk berbagi."
Di waktu yang sama, Iim Ibrahim (Iim Biduri, Pendukung Kegiatan) menjelaskan:
"Saya hadir di sini bukan untuk memimpin, melainkan sebagai murid yang ingin melaksanakan apa yang selalu diajarkan Abah Guru. Segala kemampuan yang saya miliki adalah amanah yang harus saya kembalikan untuk kebaikan bersama. Jika Abah Hasan Mustofa menanamkan benih kasih sayang, maka tugas saya adalah menyiraminya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih tinggi selain bisa membaktikan diri bagi Guruku dan membantu sesama."
Sementara itu, Perwakilan Penerima Manfaat menyampaikan:
"Terima kasih kepada Pondok Pesantren, kepada Abah KH. Hasan Mustofa yang senantiasa mengingatkan kita untuk saling peduli, dan terima kasih kepada Bapak Iim yang telah menjadi jembatan kebaikan ini. Hari ini kami sadar, kami tidak terlantar. Ada orang-orang hebat yang tidak lupa merangkul kami. Semoga kebaikan ini tak pernah putus."
Kegiatan ini menegaskan bahwa program sosial adalah jiwa dari pengabdian Pondok Pesantren Al-Amanah Tarbiyatul Athfal. Semoga sinergi antara Guru dan Murid ini menjadi contoh nyata, sehingga kebaikan yang bersumber dari nilai-nilai luhur terus mengalir, menyejukkan hati, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Cibatu dan Garut pada umumnya.
Berita ini disusun berdasarkan pengamatan langsung dan keterangan dari pihak penyelenggara. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi informasi tambahan maupun tanggapan lain terkait kegiatan ini.
(M.A. Zakariyya S.E)




