Pangkalan Susu,OpsJurnal.Asia -
Kepala Desa dan Kepala Dusun, Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu yang termasuk wilayah terdampak banjir tahun 2025 mengaku kecewa terhadap Pertamina EP Pangkalansusu Field yang dianggap tidak menepati janji bantuan pipa bekas untuk perbaikan gorong-gorong yang rusak.
Proposal Kepala Dusun dan diketahui Kepala Desa yang diajukan ke Pertamina EP pada bulan November 2025 untuk meminta bantuan sebatang pipa bekas sepanjang 8 meter hingga kini belum mendapat respon.
Samsuddin Aripin menjelaskan ke kru media Ops Jurnal Asia, Selasa (12/5), mengatakan sebagai salah satu desa terdampak banjir dan salah satu desa yang dilintasi jalur pipa crude oli Loding Line 20 inci, sebelumnya sudah dijanjikan pipa, namun hingga tak terealisasi.
Disisi lain seorang warga Sei Siur, Alfianto yang membuat proposal mengatakan, ia sudah menvajukan proposal ke pihak Pertamina EP Pangkalan Susu Field pada November 2025, kemudian Januari 2026 pihak Humas Pertamina EP, Wahyu, mengatakan permohonan sudah di-acc Field Manager, namun masih menunggu orang bagian gudang.
"Tapi nyatanya, janji tersebut hanya tinggal janji. Sampai saat ini, proposal yang kami ajukan tak kunjung terealisasi. Kami berusaha menghubungi via WhatsApp, tapi chat tidak direspon. Kami merasa seperti di-PHP oleh pihak Pertamina EP Pangkalan Susu," ujar Alfianto dengan nada kesal.
Sementara itu, Humas Pertamina EP Pangkalan Susu, Wahyu dikonfirmasi kru media Ops.Jurna.asia via WhatsApp terkait proposal besi pipa untuk gorong - gorong di Desa Sei Siur yang telah diajukan beberapa waktu lalu belum memberikan jawaban. Sampau berita ini dikirim ke redaksi, sang Humas tidak menjawab upaya konfirmasi.
(ERI)

