Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia -
Merujuk data APBD 2026, Pemkab Bojonegoro menargetkan PAD sebesar Rp1.086,55 miliar tahun ini.
Target tersebut mengalami kenaikan 2,07 persen dibandingkan anggaran PAD tahun sebelumnya.
Kenaikan itu menunjukkan adanya optimisme pemerintah terhadap kemampuan fiskal daerah ke depan.
Namun hingga akhir Mei 2026, realisasi PAD baru mencapai Rp394,81 miliar dari target tahunan.
Nilai tersebut setara 36,34 persen dari total target PAD Kabupaten Bojonegoro tahun 2026.
Capaian itu memunculkan perhatian publik terhadap efektivitas strategi peningkatan pendapatan daerah.
Sebagian masyarakat mulai mempertanyakan kecepatan realisasi pendapatan hingga pertengahan tahun.
Di tengah tingginya target PAD, publik berharap kinerja pendapatan tidak berjalan lambat.
Sektor retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar PAD dengan nilai Rp156,32 miliar.
Kontribusi tersebut menunjukkan aktivitas layanan dan pungutan daerah masih cukup dominan.
Sumber PAD terbesar berikutnya berasal dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Pos pendapatan itu tercatat mencapai Rp118,38 miliar selama periode Januari hingga Mei 2026.
Sementara penerimaan dari sektor pajak daerah tercatat sebesar Rp82,17 miliar tahun ini.
Adapun lain-lain PAD yang sah tercatat menyumbang sebesar Rp37,94 miliar bagi daerah.
Komposisi tersebut menunjukkan struktur PAD masih bertumpu pada sumber-sumber konvensional.
Potensi sektor ekonomi baru dinilai belum sepenuhnya mampu dimaksimalkan pemerintah daerah.
Padahal Bojonegoro memiliki kekuatan investasi dan sumber daya ekonomi yang cukup besar.
Publik berharap kenaikan PAD tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen anggaran tahunan.
Masyarakat ingin pendapatan daerah benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Perbaikan jalan, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan desa menjadi harapan utama warga.
Transparansi pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian di tengah besarnya target pendapatan.
Sebab bagi masyarakat, keberhasilan pemerintah diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan. [Ags].

