Bojonegoro Jatim | OpeJurnal.Asia
Ratusan siswa SMKN 2 Bojonegoro mengikuti perekaman e-KTP dan sosialisasi anti narkoba, Selasa 12 Mei 2026.
Kegiatan digelar Disdukcapil dengan sistem jemput bola langsung ke sekolah.
Program itu dipadukan dengan edukasi P4GN guna memperkuat kesadaran pelajar terhadap bahaya narkoba.
Perekaman dilakukan di lingkungan sekolah agar siswa tidak perlu datang ke kantor pelayanan kependudukan.
Hadir Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran OPD dan Satgas P4GN daerah.
Ketua Satgas P4GN Budi Irawanto mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba sejak dini.
Ia menyebut selama 2025 terdapat 72 kasus narkoba di Bojonegoro dari berbagai latar belakang warga.
Menurutnya, pelajar harus mampu menjaga diri saat memasuki lingkungan baru selepas masa pendidikan.
Wakil Bupati menilai e-KTP menjadi tanda awal memasuki fase kedewasaan hidup.
Ia meminta siswa memiliki semangat belajar dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan hidup.
Kepala Dinkes Ninik Susmiati menjelaskan kegiatan didukung APBD 2026.
Program itu bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar terkait bahaya Napza dan pergaulan berisiko.
Disdukcapil membawa perangkat rekam langsung ke sekolah guna mempercepat layanan administrasi warga.
Siswa SMKN 2 mengaku terbantu karena proses perekaman berjalan cepat, tertib, dan tanpa antre panjang.
Pemkab berharap kegiatan ini membentuk generasi sehat, tertib administrasi, dan bebas narkoba. [Ags].

