• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Diduga..! Daging Menu MBG dari Dapur Tegal Rejo Lawang Kidul #002 Ditemukan Bertelur Lalat

    Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T04:44:31Z
    masukkan script iklan disini



    MUARA ENIM, Ops jurnal asia – 

    Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa daging yang didistribusikan ke salah satu sekolah di Lawang Kidul, Tanjung Enim, yakni SMA Bukit Asam, diduga tidak layak konsumsi. Siswa menemukan telur lalat dan belatung pada lauk yang disajikan. Temuan ini langsung di laporkan siswa kepada pihak sekolah.

     

    Menu tersebut berasal dari Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 yang beralamat di perumahan Devros Tegal Rejo RT 14. Temuan dilaporkan oleh pihak sekolah ke pihak SPPG dan meminta klarifikasi kepada kepala SPPG bernama Ikhsan. Pihak sekolah menyebut sudah melayangkan surat resmi ke SPPG.

     

    Temuan terjadi pada hari Senin, (27/04/2026) yang lalu. Kepala SMA Bukit Asam, Tanjung Enim, Tenny Dahyani, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada SPPG tersebut, namun hingga kini belum mendapat balasan tertulis secara resmi.

     

    “Kami sudah melayangkan surat resmi terkait masalah ini kepada SPPG Tegalrejo#002 tersebut, namun sampai saat ini belum ada jawaban resmi tertulis,” tegas Teny saat klarifikasi oleh media ini dan team Ormas KPK-ME.

     

    Teny juga menjelaskan tujuan pihak sekolah melayangkan surat ke SPPG, untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas temuan makanan yang diduga tidak layak. Sekolah khawatir terhadap keamanan pangan siswanya.

     

    Ditempat berbeda, saat media dan team Ormas KPK-ME melakukan klarifikasi ke SPPG Tegalrejp#002, menurut pihak SPPG, surat resmi dari SMA Bukit Asam sudah di balas melalui pesan WhatsApp.

     

    Kepala SPPG Tegalrejo#002, Ikhsan, juga menjelaskan, SPPG tidak berwenang mengeluarkan surat resmi berkop.

     

    “Yang berhak mengeluarkan surat hanya Yayasan Mitra. Kami di SPPG sifatnya pelaksana lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

     

    Ketika ditanya SPPG Tegal Rejo#002 bermitra dengan yayasan mana, Ikhsan belum memberi jawaban jelas. Dirinya hanya menyebut nama Zulkani Efendi sebagai mitranya.

     

    Hingga berita ini diturunkan. Pihak sekolah menyatakan masih menunggu kepastian jawaban resmi agar ada dasar tindak lanjut.


    Menanggapi hal tersebut diatas, Komandan Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim (KPK-ME) Ahmad Nangwi alias Jangkok angkat bicara.


    Dirinya mendesak pihak-pihak terkait segera mengusut permasalahan ini, apabila benar ditemukan hal yang tidak sesuai SOP yang berlaku, agar segera tutup saja SPPG Tegalrejo#002 tersebut.

    (Team)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini