• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Efek Domino di Balik Tertundanya Lelang Pasar Kota Bojonegoro

    Senin, 25 Mei 2026, Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T05:23:27Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
    Opini, - Kalau saya lihat, lelang Pasar Kota Bojonegoro ini belum juga selesai, dan dampaknya mulai terasa ke jadwal pembangunan.

    Awalnya ramai, ada sekitar 78 perusahaan yang mendaftar dalam proses lelang proyek pasar tersebut.

    Tapi saat masuk penawaran harga, tinggal lima perusahaan yang benar-benar lanjut mengikuti proses lelang.

    Banyak yang mundur, mungkin karena syarat teknis dan administrasi yang dirasa cukup berat.

    Yang menarik, lima perusahaan itu semuanya akhirnya gugur saat masuk tahap evaluasi.

    Gugurnya rata-rata karena masalah administrasi dan kelengkapan dokumen yang tidak sesuai ketentuan.

    Saya cek, sebenarnya hasilnya bisa dilihat di laman SPSE Inaproc, jadi prosesnya cukup terbuka.

    Masalahnya, sampai sekarang belum ada pemenang yang benar-benar ditetapkan dari proses ini.

    Kalau sudah begini, kemungkinan besar lelang harus diulang dari awal lagi.

    Nah, di sini efek domino mulai terasa, karena waktu otomatis ikut mundur lagi.

    Kalau diulang, prosesnya bisa makan waktu sekitar 2,5 bulan seperti siklus lelang sebelumnya.

    Ada evaluasi 1–3 minggu, lalu masa sanggah sekitar 5–7 hari kerja, baru penetapan pemenang.


    Setelah itu masih ada kontrak dan mobilisasi, jadi belum langsung kerja di lapangan.

    Kalau dihitung-hitung, pemenang baru bisa muncul sekitar bulan Agustus.

    Itu pun kalau prosesnya lancar tanpa ada sanggahan atau evaluasi ulang lagi.

    Masalahnya, proyek APBD harus selesai sebelum Desember, jadi waktunya makin sempit.

    Dengan nilai sekitar Rp80 miliar, proyek ini jelas tidak bisa dikerjakan dengan tergesa-gesa.

    Tapi kalau waktu mepet, biasanya pekerjaan jadi dikebut di lapangan.

    Saya pernah lihat pola seperti ini di proyek lain yang akhirnya molor sampai tahun berikutnya.

    Idealnya lelang memang dari awal tahun, supaya waktu kerja di lapangan lebih longgar.

    Tapi kenyataannya, proses pengadaan memang harus mengikuti aturan yang tidak bisa dipercepat.

    Dan yang paling terasa dampaknya ya masyarakat dan pedagang yang masih menunggu pasar baru itu. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini