Kegiatan ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Tegal Kota serta sejumlah instansi terkait. Simulasi bertujuan untuk mengantisipasi dinamika lapangan, khususnya menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) dan agenda masyarakat lainnya yang berpotensi melibatkan massa dalam jumlah besar.
Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan bahwa simulasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas instansi.
"Dalam rangka kesiapsiagaan dan mitigasi, kami menyamakan persepsi antara Polres dan stakeholder. Sehingga setiap kegiatan masyarakat dapat dilayani dengan pola yang sama dan terkoordinasi dengan baik," ujarnya.
Menurut Kapolres, sinergi yang solid antarpetugas di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif. Simulasi ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan seluruh personel memahami peran serta prosedur yang harus dijalankan.
"Simulasi ini untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan di lapangan," jelasnya.
Terkait potensi kerawanan, Kapolres menyebutkan bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kota Tegal relatif aman dan tidak terdapat titik rawan yang signifikan. Hal itu didukung oleh mekanisme pemberitahuan kegiatan masyarakat yang berjalan dengan baik.
Melalui simulasi ini, Polres Tegal Kota menegaskan kesiapannya dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi kontinjensi sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
(DIYARNI)



