Garut.Opsjurnal.asia – Gelombang antusiasme masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya ke SMAN 3 Garut tercatat melonjak drastis dan memecahkan rekor baru. Hingga hari ini, Senin 8 Juni 2026, jumlah pendaftar yang tercatat dalam sistem penerimaan sudah mencapai 1.700 orang — angka yang jauh melampaui daya tampung sekolah yang hanya tersedia untuk 420 siswa.
Mengacu pada ketentuan Standar Nasional Pendidikan yang membatasi setiap rombongan belajar maksimal berisi 36 siswa, maka kuota yang tersedia hanya cukup untuk menampung sekitar 11 rombel. Artinya, persaingan untuk dapat diterima di sekolah ini akan sangat ketat, dengan rasio hampir satu dari empat pendaftar yang berkesempatan lolos seleksi.
Kepala SMAN 3 Garut, Drs. Asep Ansor Mujahidin, mengaku sangat terkejut dan tak menyangka antusiasme masyarakat setinggi ini.
“Jujur saja, kami sangat kaget melihat perkembangannya. Sejak pendaftaran dibuka, jumlahnya terus bertambah dan hingga detik ini sudah tembus 1.700 pendaftar, padahal daya tampung kami hanya 420 siswa. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMAN 3 Garut semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya dengan nada takjub saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, pada hari ini proses penerimaan siswa baru memasuki tahap krusial. Panitia sedang fokus melaksanakan verifikasi kelengkapan berkas dan penentuan kelulusan bagi pendaftar jalur prestasi.
“Hari ini kami sedang menyelesaikan tahap verifikasi dan penilaian untuk jalur prestasi. Kami pastikan seluruh proses berjalan secara transparan, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat persaingannya sangat ketat,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Dedi Kurniadi, Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Garut, yang saat itu sedang melaksanakan kunjungan kerja ke SMAN 3 Garut memberikan tanggapan mendalam terkait fenomena ini.
“Angka pendaftaran yang melonjak tajam ini adalah kabar baik sekaligus tantangan besar. Di satu sisi, ini bukti nyata bahwa mutu pengelolaan dan pendidikan di sekolah ini sudah sangat diakui masyarakat. Namun di sisi lain, kami juga menyadari keterbatasan fasilitas dan ruang kelas yang ada saat ini,” ujar Dedi Kurniadi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal seluruh tahapan seleksi agar berjalan objektif dan bebas dari unsur kecurangan. Selain itu, Dewan Pendidikan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk mengkaji langkah pengembangan ke depan guna menjawab tingginya minat masyarakat terhadap sekolah unggulan ini.
Pihak sekolah pun mengimbau seluruh calon siswa dan orang tua untuk tetap memantau pengumuman resmi yang disampaikan agar mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
(M.A. Zakariyya S.E)


