• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Jejak Sejarah Jalan Raya Pos: Warisan Herman Willem Daendels yang Tetap Jadi Andalan Pemudik di Jalur Pantura

    Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T02:14:31Z
    masukkan script iklan disini



    Jakarta,OpsJurnal.Asia -


    Jalan yang dibangun oleh Herman Willem Daendels dan sering dilewati oleh pemudik adalah Jalan Raya Pos (Grote Postweg), yang kini sebagian besar dikenal sebagai Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). 


    Rute Utama: Jalan ini membentang dari Anyer (Banten) di ujung barat hingga Panarukan (Jawa Timur) di ujung timur, dengan panjang lebih dari 1.000 km.


    Wilayah yang Dilewati: Rute ini melintasi lima provinsi utama di Pulau Jawa, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


    Konektivitas: Jalan Raya Pos menghubungkan kota-kota penting di utara Jawa seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Majalengka, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Surabaya.


    Pembangunan: Dibangun pada tahun 1808-1811 (masa kolonial) dengan sistem kerja paksa (rodi) untuk kepentingan pertahanan militer dari serangan Inggris dan memperlancar komunikasi.


    Kondisi Saat Ini: Meskipun tol Trans-Jawa telah beroperasi, jalur Pantura yang merupakan warisan Daendels ini masih digunakan pemudik, terutama pemudik dengan sepeda motor atau yang menghindari jalur tol. 


    Jalan ini bersejarah karena dibangun dengan kerja paksa yang memakan banyak korban jiwa, namun menjadi cikal bakal jalur utama transportasi di Pulau Jawa.

    (NA)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini