• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Teguran Keras Ketua Pengcab ORADO Garut: Jangan Tukar Integritas Dengan Kesenangan Sesaat

    Kamis, 09 Juli 2026, Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T15:55:55Z
    masukkan script iklan disini


    Tanggapan Khusus Ketua Pengcab ORADO Garut Terkait Temuan PPATK: Oknum ASN Jabar Bertransaksi Judi Online Capai Rp800 Juta Setahun

    Garut - Opsjurnal.asia - Terungkapnya data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menjaring transaksi judi online senilai ratusan juta rupiah yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menjadi tamparan keras bagi seluruh keluarga besar birokrasi, termasuk di Kabupaten Garut.

     

    Merespons berita yang sedang hangat dibicarakan ini, Asep Rahmat Permana S.H.I., S.H., M.M., Ketua Pengcab ORADO Garut, memberikan tanggapan resmi melalui sambungan telepon pada hari ini, Kamis, 9 Juli 2026.


    Menurut data yang diterima Wakil Gubernur Jawa Barat, terdapat oknum ASN yang tercatat bertransaksi judi online hingga mencapai Rp800 juta dalam kurun waktu satu tahun, dengan total perputaran uang di lingkungan birokrasi se-Jawa Barat diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

     

    Menyikapi fakta mencengangkan ini, Asep Rahmat menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus peringatan tegas kepada seluruh rekan aparatur:

     


    “Fakta ini sungguh memprihatinkan dan mencoreng nama baik profesi kita. Menjadi pelayan negara menuntut standar moral yang jauh lebih tinggi dibanding masyarakat umum. Jabatan ini adalah amanah rakyat, bukan lahan mencari keuntungan gelap atau sarana pelampiasan kesenangan sesaat,” tegasnya.

     

    Ia mengingatkan bahwa kehormatan yang dibangun selama puluhan tahun berkarir, bisa runtuh seketika hanya karena satu keputusan yang salah. “Jangan sampai waktu kerja yang seharusnya untuk melayani, justru dipakai untuk melayani hawa nafsu yang merugikan diri sendiri dan merusak kepercayaan publik,” tambahnya.

     

    Terkait langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memilih menempuh jalur pembinaan internal terlebih dahulu sebelum langkah hukum, Ketua Pengcab ORADO Garut menilai hal tersebut perlu diimbangi dengan ketegasan tanpa kompromi.

     

    “Kita semua berhak memperbaiki diri, namun pembinaan tidak boleh diartikan sebagai pelindung bagi pelanggaran berat. Jika kesalahan sudah mencederai kepercayaan masyarakat, maka harus ada sanksi yang memberikan efek jera nyata. Kita tidak boleh membiarkan benih kerusakan ini menular ke lingkungan ASN Garut,” ujarnya.


    Lebih lanjut, Asep Rahmat menyampaikan pernyataan penting mengenai kehadiran ORADO sebagai wadah resmi penyalur minat permainan strategi:

     

    “Saya tegaskan dengan suara lantang selaku Ketua Pengcab ORADO: Ini adalah bukti nyata mengapa ORADO hadir sebagai Cabang Olahraga Resmi. Tujuannya jelas, untuk mentransmisikan hobi yang semula berujung judi online, menjadi aktivitas permainan yang mengutamakan prestasi, ketangkasan berpikir, dan persaudaraan yang sehat.”

     

    Berkaitan dengan hal itu, ia menghimbau seluruh masyarakat:

    “Kepada semua pencinta PERMAINAN GAPLEH di seluruh Kabupaten Garut, mari bergabung secara resmi dan terhormat di Pengcab ORADO Kabupaten Garut. Kita mainkan kemampuan otak kita untuk meraih juara, bukan untuk mempertaruhkan masa depan.”


    Dalam pemaparan analisisnya, Ketua Pengcab menyertakan gambaran kerugian ekonomi bangsa akibat judi online yang sangat fantastis:

     

    “Bayangkan, jika dari sekitar 148 juta penduduk Indonesia, 25 persen di antaranya terjebak sebagai pecandu judi online — meliputi pelajar, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, pengusaha, hingga buruh harian lepas — dengan rata-rata setoran atau deposit Rp200.000 per malam (padahal kenyataannya banyak yang menyetorkan ratusan juta sekaligus), maka perhitungannya adalah:

     

    (25% × 148.000.000) × Rp200.000 = Rp7.400.000.000.000,-

     

    Artinya: Tidak kurang dari 7,4 TRILIUN RUPIAH per hari mengalir keluar negeri ke penyelenggara judi online asing.

     

    Jika diakumulasikan dalam satu tahun, maka Indonesia secara nyata dan sengaja membuang kekayaan negara sebesar Rp2.691 TRILIUN RUPIAH menjadi debu tanpa mendapat barang atau jasa apapun.

     

    “Ingatlah sejarah: Bukti nyata Negara Tibet dahulu hilang dan menjadi bagian dari Tiongkok, antara lain karena utang judi rakyatnya jauh lebih besar daripada utang APBN negaranya sendiri. Kita tidak ingin Indonesia bernasib sama,” peringatan dengan nada serius.


    Secara khusus, Asep Rahmat kembali menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya aparatur negara:

     

    1. Jaga Diri: Judi tidak pernah membawa keberuntungan, ia hanya mencuri waktu, uang, dan ketenangan hati.

    2. Kembali pada Niat Awal: Ingatlah tujuan hidup dan pengabdian, bukan mencari jalan pintas kekayaan semu.

    3. Awasi Sesama: Jangan diam jika melihat rekan mulai terjerumus. Tegur dan bantu selagi masih ada waktu.

    4. Salurkan ke Prestasi: Minat bermain adalah hal wajar, arahkan ke cabang olahraga resmi seperti ORADO.

     

    “Mari kita bersihkan lingkungan kita, buktikan bahwa kita adalah orang-orang yang jujur dan berdedikasi. Jadilah teladan yang membanggakan, bukan yang memalukan,” pungkasnya.


    Redaksi berusaha menghubungi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Garut serta pihak terkait di lingkungan Pemprov Jabar untuk mendapatkan tanggapan berimbang, namun hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. Redaksi tetap membuka ruang tanggapan dari semua pihak.

     

    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini