Bojonegoro, Jatim | Opini — Jalan yang baik tak cukup dinilai dari permukaannya yang mulus, melainkan dari keselamatan.
Karena itu, paku jalan reflektif menjadi perangkat kecil yang memiliki fungsi besar bagi setiap pengguna jalan.
Terlebih saat malam atau hujan, pantulan cahayanya membantu pengendara mengenali lajur dan arah perjalanan.
Namun, kondisi tersebut belum banyak dijumpai di berbagai ruas jalan kabupaten maupun poros kecamatan di Bojonegoro, Jawa Timur.
Akibatnya, banyak pengendara mengandalkan ingatan, sorot lampu, atau sekadar perkiraan saat melintas malam hari.
Padahal, paku jalan bukan pelengkap proyek semata, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan lalu lintas.
Oleh sebab itu, absennya fasilitas tersebut patut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan daerah.
Narasi ini bukan untuk menyerang pemerintah, melainkan mengingatkan pentingnya perlindungan bagi masyarakat.
Sebab, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada pengaspalan tanpa perlengkapan keselamatan memadai.
Lebih dari itu, jalan yang dibangun dengan anggaran besar semestinya dilengkapi fasilitas sesuai kebutuhan lapangan.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tak cukup diukur dari panjang ruas maupun ketebalan lapisan beton dan aspal.
Sebaliknya, tolok ukurnya ialah kemampuan infrastruktur menekan risiko kecelakaan bagi seluruh pengguna jalan.
Karena itu, pemasangan serta perawatan paku jalan layak menjadi prioritas, bukan menunggu musibah terjadi.
Memang, nilai pengadaannya relatif kecil, tetapi manfaatnya jauh lebih besar karena mampu menyelamatkan nyawa.
Pada akhirnya, keselamatan sering ditentukan hal sederhana. Paku jalan memang kecil, tetapi nilainya sangat besar.
Penulis: Agus Harianto.

