• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Terungkap! Rahasia Di Balik Kemasyhuran Garut UTara: Kajian Ketum PM GATRA, Peran Istri dan Ibu Salehah Sebagai Tiang Peradaban

    Senin, 15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T01:27:31Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia — Selama berabad-abad, masyarakat luas dan pengamat sejarah umumnya meyakini bahwa kemasyhuran serta keunggulan wilayah Garut Utara hanya bersumber dari tiga hal: keindahan alamnya yang mempesona, jejak sejarah yang panjang, serta lahirnya banyak ulama, tokoh, dan pemimpin besar di tanah ini. Namun, sebuah kajian mendalam yang bersumber dari naskah klasik Kitab Fathat Garut mengungkapkan fakta mendasar yang selama ini sering luput dari perhatian publik.

     

    Kajian ini disampaikan secara khusus oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzaen, Ketua Umum PM GATRA, saat memberikan tanggapan dalam sesi jajak pendapat di Rubrik Garut Utara, Senin (15/6/2026). Menurutnya, ada satu kekuatan utama yang menjadi fondasi kokoh peradaban dan kebesaran wilayah ini, yaitu kehadiran para istri dan ibu salehah yang mengabdikan seluruh hidupnya dengan landasan iman, cinta, dan ketulusan kepada Allah SWT, suami, serta anak-anaknya.

     


    “Dalam kerangka kajian sosial budaya dan sejarah peradaban, peran perempuan tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan dan kemajuan suatu komunitas. Sebagaimana tercatat dalam Kitab Fathat Garut, sosok-sosok mulia ini bukanlah pribadi yang mengejar pujian, kedudukan, atau kemewahan dunia. Sebaliknya, mereka memilih peran strategis namun berjalan dalam kesunyian: menjadikan rumah tangga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama, menanamkan adab dan akhlak sebelum mengajarkan ilmu pengetahuan, serta menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada ajaran agama sebelum memperkenalkan dinamika kehidupan dunia,” tegas Rd. Holil.


    DI BALIK KETENANGAN RUMAH TANGGA, TERDAPAT KEKUATAN YANG TAK TERUKUR

     

    Lebih lanjut dijelaskan, secara konseptual stabilitas masyarakat dan keberhasilan pembangunan suatu wilayah berakar pada kekokohan rumah tangga sebagai unit terkecil kehidupan bermasyarakat.

     

    “Di balik ketenangan suasana di dalam rumah, tersimpan kesabaran yang tiada batas. Di balik keberhasilan seorang suami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, mengalir doa yang senantiasa terpanjat tanpa henti. Dan di balik lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mengharumkan nama daerah, tersembunyi pengorbanan, ketulusan, serta air mata perjuangan seorang ibu yang jarang diketahui oleh khalayak luas,” urainya.

     

    Menurut kajian tersebut, ketika seluruh anggota keluarga terlelap dalam istirahat, para ibu dan istri salehah ini masih tetap terjaga menengadahkan tangan memohon perlindungan dan keberkahan dari Sang Pencipta. Tidak sedikit dari mereka yang meluangkan waktu di sepertiga malam terakhir untuk bermunajat dan beribadah, memohon agar keluarganya dikaruniai kesehatan jasmani dan rohani, rezeki yang halal dan berkah, hati yang senantiasa bersih, serta dijauhkan dari segala bentuk fitnah dan musibah. Bagi mereka, makna kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta atau tingginya kedudukan, melainkan terwujudnya kehidupan keluarga yang senantiasa berada dalam ridha dan petunjuk Ilahi.

     

    SUMBER LAHIRNYA GENERASI PENERUS PERADABAN YANG BERKUALITAS

     

    Rd. Holil menegaskan bahwa meskipun nama dan jasa mereka mungkin tidak tercatat secara rinci dalam lembaran sejarah resmi, namun alam semesta mencatat setiap tetes keringat, air mata, dan setiap doa yang mereka panjatkan.

     

    “Dari rahim yang suci serta didikan yang penuh kasih dan ketakwaan inilah lahir para ulama, pendidik, pejuang, pemimpin, dan putra-putri terbaik yang membawa nama baik serta memajukan peradaban Garut Utara hingga masa kini. Mereka bagaikan cahaya yang bekerja dalam keheningan, namun sinarnya mampu menerangi arah dan perjalanan kemajuan sebuah wilayah,” jelasnya.

     

    Hal ini selaras dengan prinsip pembangunan sosial yang menyatakan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditandai oleh pembangunan fisik semata, melainkan lebih utama oleh kualitas iman dan akhlak warganya yang dibentuk sejak lingkungan keluarga.

     

    Menutup paparannya, Ketua Umum PM GATRA ini memberikan pesan strategis bagi seluruh warga yang mendambakan kemajuan Garut Utara.

     

    “Jika kita berkeinginan membangun masa depan Garut Utara yang gemilang, maju, dan berkelanjutan, maka pembangunan tidak boleh hanya difokuskan pada pembangunan jalan raya, gedung pemerintahan, atau infrastruktur fisik lainnya. Langkah yang paling mendasar dan strategis adalah memperkokoh fondasi keluarga, memuliakan peran seorang ibu, menghormati kedudukan seorang istri, serta memperkuat pendidikan akhlak dan ketakwaan di dalam rumah tangga. Sebab sejatinya, setiap peradaban besar dan kemajuan yang bertahan lama selalu lahir dari rumah-rumah yang dipenuhi doa, kasih sayang, serta ketulusan pengorbanan seorang ibu salehah,” pungkasnya.


    Di akhir sesi jajak pendapat, dibacakan doa bersama, “Ya Allah, jadikanlah para istri dan ibu kami sebagai perempuan-perempuan salehah yang Engkau limpahi iman yang kokoh, kesabaran yang luas, dan keikhlasan yang sempurna. Berkahi langkah hidup suami dan anak-anaknya, lindungi mereka dari segala marabahaya, lapangkanlah rezeki yang halal dan berkah, serta kuatkan hati mereka agar senantiasa berpegang teguh di jalan-Mu.

     

    Terimalah setiap doa, air mata, dan pengorbanan mereka sebagai amal terbaik yang bernilai tinggi di sisi-Mu. Jadikanlah rumah-rumah kami dipenuhi cahaya ilmu, kasih sayang, dan ketakwaan, sehingga dari rahim serta didikan mereka lahir generasi yang memuliakan agama, berbakti kepada orang tua, serta mengharumkan nama Garut Utara dengan akhlak dan pengabdiannya.

    "Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.”

    (M.A. Zakariyya, S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini