Garut.Opsjurnal.asia - Sebuah langkah bersejarah dan terobosan luar biasa digelar bersamaan dengan acara graduasi tahun ini di lingkungan Yayasan Dianto Landong Ampuh. Dalam wawancara eksklusif bersama awak media Opsjurnal.asia, Ustadz Dianto Landong, S.Pd selaku Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Dianto Landong mengumumkan komitmen besarnya: membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh warga yang tersebar di wilayah cakupan Garut Utara sebagai dukungan nyata untuk mewujudkan Daerah Otonom Baru (DOB) Garut Utara.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan luas, karena menandai pergeseran paradigma perjuangan pemekaran daerah — tidak hanya berhenti pada aspek administrasi dan wilayah, melainkan bergerak lebih maju ke persiapan fondasi terkuat sebuah daerah, yaitu kualitas sumber daya manusianya.
“Berbagai kajian ilmiah pengembangan wilayah membuktikan satu kebenaran mutlak: Daerah Otonom Baru tidak akan pernah maju dan mandiri jika tidak didukung oleh masyarakat yang berilmu, berkompeten, dan berkarakter kuat. Potensi alam melimpah pun tidak ada artinya jika dikelola oleh generasi yang tidak siap. Inilah alasan utama kami mengambil langkah ini,” tegas Ustadz Dianto Landong dengan penuh keyakinan.
Satu Lembaga, Berbagai Jalur Pendidikan Terbuka
Dalam penjelasannya yang mendalam, ia menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya bukan sekadar tempat belajar biasa, melainkan pusat pembinaan terpadu yang melayani seluruh lapisan masyarakat:
“Kami menerima tanpa batas: siswa-siswi dari jenjang TK hingga SLTP, peserta jalur pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, serta santri dan santriwati yang ingin mendalami ilmu agama. Keunggulan kami terletak pada keterpaduan sistem — selain pendidikan umum, kami juga memiliki Pondok Pesantren Dianto Landong yang memastikan setiap lulusan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Ini adalah model pendidikan yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan membangun daerah baru yang beradab dan berkelanjutan.”
Langkah ini dinilai sangat strategis dan menjadi perhatian nasional karena menjawab tantangan yang sering menjadi kendala utama di daerah otonom baru: kesenjangan kualitas manusia sejak awal pembentukan. Berdasarkan kajian yang dirujuk, kesiapan SDM menentukan keberhasilan pembangunan hingga 70% lebih dibandingkan faktor fisik dan anggaran.
“Kami tidak hanya mendukung dengan kata-kata atau dokumen. Dukungan kami adalah nyata: membuka pintu seluas-luasnya, memberikan kesempatan belajar yang setara bagi siapa saja tanpa memandang status sosial, ekonomi, maupun latar belakang keluarga. Jika nanti Garut Utara resmi menjadi daerah otonom, maka generasi yang akan mengelola, membangun, dan memajukannya sudah dipersiapkan sejak hari ini. Ini adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya,” ujarnya.
Menjadi Contoh Bagi Seluruh Calon Daerah Otonom Di Indonesia
Langkah inovatif ini langsung mendapatkan apresiasi luas. Para pengamat kebijakan daerah menilai inisiatif Yayasan Dianto Landong Ampuh bisa menjadi model nasional bagi seluruh wilayah yang sedang memperjuangkan menjadi daerah otonom baru.
“Selama ini perdebatan soal pemekaran seringkali terjebak pada hitungan ekonomi semata. Namun langkah ini membuktikan bahwa persiapan harus menyeluruh. Mempersiapkan manusianya lebih dulu adalah bukti keseriusan yang jarang dilakukan. Jika diikuti daerah lain, maka risiko kegagalan otonomi baru dapat ditekan secara signifikan,” ungkap salah satu pengamat yang hadir menyaksikan acara tersebut.
Ustadz Dianto Landong menutup pernyataannya dengan harapan besar yang menggelegar:
“Mewujudkan Garut Utara bukanlah mimpi semata, melainkan proses yang harus dipersiapkan dengan matang. Melalui pendidikan, kami membangun fondasinya. Kami yakin, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan persiapan yang terukur, Garut Utara akan lahir sebagai daerah baru yang maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi Jawa Barat bahkan bagi bangsa Indonesia.”
(M.A. Zakariyya, S.E)


