• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Produksi Bawang Merah Bojonegoro Melonjak, Posisinya Kian Menguat di Jawa Timur

    Minggu, 28 Juni 2026, Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T16:21:00Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim — Peta produksi bawang merah Jawa Timur berubah pada 2025.

    Di tengah persaingan antardaerah, Bojonegoro justru mencatat pertumbuhan produksi.

    Ketika sejumlah sentra melemah, Bojonegoro mampu meningkatkan hasil panennya.

    Alhasil, Bojonegoro tetap bertahan di jajaran lima besar penghasil bawang merah.

    Data Kementerian Pertanian mencatat produksi Jawa Timur mencapai 500.301,227 ton.

    Angka itu meningkat dibanding 476.665,652 ton pada tahun 2024.

    Dengan demikian, produksi kembali menembus level 500 ribu ton.

    Sebelumnya, capaian serupa terakhir tercatat pada 2021.

    Meski demikian, peta produsen utama Jawa Timur belum banyak berubah.

    Kabupaten Nganjuk masih menjadi produsen terbesar dengan 223.092,36 ton.

    Selanjutnya Kabupaten Probolinggo menghasilkan 54.355,45 ton.

    Kemudian Kabupaten Malang mencatat 46.611 ton.

    Disusul Kabupaten Sampang dengan 40.648,148 ton.

    Sementara Kabupaten Bojonegoro berada di posisi kelima dengan 38.783,3 ton.

    Produksi tersebut naik dari 28.242,8 ton pada tahun sebelumnya.

    Artinya, Bojonegoro menambah produksi sekitar 10.540,5 ton dalam setahun.

    Capaian itu menjadi produksi tertinggi Bojonegoro sepanjang 2020–2025.

    Sebelumnya, produksi sempat turun menjadi 26.450,6 ton pada 2023.

    Namun, tren positif kembali terlihat pada 2024.

    Selanjutnya, produksi melonjak hingga 38.783,3 ton pada 2025.

    Di sisi lain, tidak semua sentra mengalami pertumbuhan produksi.

    Kabupaten Probolinggo turun dari 65.171,55 ton menjadi 54.355,45 ton.

    Begitu pula Kabupaten Sampang, dari 41.194,074 ton menjadi 40.648,148 ton.

    Sementara Kabupaten Kediri turun dari 9.671,45 ton menjadi 8.360,2 ton.

    Sebaliknya, Bojonegoro mampu menjaga tren pertumbuhan secara konsisten.

    Keunggulan itu semakin terlihat dibanding kabupaten di sekitarnya.

    Kabupaten Tuban hanya menghasilkan 4.112,74 ton.

    Sedangkan Kabupaten Ngawi memproduksi 2.563,634 ton.

    Adapun Kabupaten Lamongan hanya mencatat 426,01 ton.

    Bahkan, produksi Bojonegoro hampir 9 kali lebih besar dibanding Tuban.

    Dibanding Ngawi, produksinya sekitar 15 kali lebih tinggi.

    Sementara dibanding Lamongan, selisihnya mencapai lebih dari 90 kali.

    Oleh sebab itu, posisi Bojonegoro semakin diperhitungkan di Jawa Timur.

    Tak hanya di kawasan barat, tetapi juga sebagai sentra bawang merah tingkat provinsi.

    Penulis: Agus Harianto.

    Sumber: Kementerian Pertanian RI 2020 - 2025.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini