• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Askep Diduga Adanya Mark Up Anggaran Perawatan Tanaman Buah Sawit milik Perkebunan Rambutan, Regional I, Serdang Bedagai

    Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T07:21:47Z
    masukkan script iklan disini



    Serdang Bedagai,OpsJurnal.Asia - 


    Ditemukan sejumlah pelanggaran standar perawatan kebun di avdeling 4 , PTPN IV Kebun Rambutan,Regional I,Desa Pertapaan Kabupaten Serdang Bedagai,Provinsi Sumatra Utara.


    Berdasarkan hasil pantauan tim media di lapangan, banyak pelepah tunasan yang belum dibuang dan masih menumpuk di piringan pohon  kelapa sawit.kentosan buah sawit menjamur di sekitaran batang pohon sawit hingga tumbuh  pohon saeit kecil di selah salah pohon sawit , dan berondolan hasil panen yang berserakan tidak di kutip oleh pemanen. Kondisi ini ditemukan di blok,bolk Afdeling IV,Kebun Rambutan . Minggu (9/8/26). 


    Ada juga  ketosan sawit tumbuh dengan subur antara gang sawit , selain itu sawit hasil panen tidak terangkat oleh pemanen , yang ada di paret perkebunan. Pelepah yang tidak dibersihkan serta brondolan yang dibiarkan berserakan di pinggiran pohon sawit , ini melanggar standar operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas kebun, mengganggu pertumbuhan tanaman, serta membuka peluang kehilangan hasil (losses).


    Kerugian Finansial dan Produksi kepada PTPN IV,akibat ada beberapa sebab:


    Menurunkan Rendemen CPO: Brondolan memiliki kandungan minyak (rendemen) tertinggi dibanding bagian TBS lainnya. Jika tertinggal, total produksi CPO pabrik pasti merosot,


    Brondolan yang lama di tanah akan mengalami hidrolisis. Hal ini membuat kadar ALB (Free Fatty Acid) melonjak dan menurunkan kualitas minyak.


    Rugi Restan: Berkurangnya berat tonase kelapa sawit yang dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yang langsung mengurangi pendapatan tanaman/kebun.


    Gangguan Agronomi dan Tanam:


    Tumbuh Kentosan (Gulma): Brondolan yang membusuk di tanah akan tumbuh menjadi bibit liar (kentosan). Kentosan ini menjadi gulma yang berebut nutrisi dan air dengan pohon induk. 


    Biaya Pengendalian Membengkak: Perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyemprot atau mencabut kentosan secara manual agar piringan sawit tetap bersih.Kesulitan Panen Berikutnya: Piringan yang dipenuhi kentosan dan brondolan busuk akan menyulitkan ruang gerak pemanen pada rotasi berikutnya.


    Salah seorang yang enggan di sebut namanya saat di konfirmasi di lokasi, bahwasannya saat ini asisten untuk avd 4 belum ada, dan di alihkan sementara kepada askep yang bernama Gusti, Gusti juga merangkap dua  jabatan di perkebunan Rambutan. 


    Tim media online yang di dampingin Anwar tanjung dari lembaga konversi lingkungan hidup pada waktu di lapangan , konfirmasi langsung kepada askep tersebut tidak memberikan jawaban sama sekali, pada saat di konfirmasi melalui by whatsapp. Hasil dari pantaun tim media di lokasi.


    Askep diduga ada keterlibatan mark-up anggaran perawatan tanaman pohon buah sawit di perkebunan PTPN IV, Regional I, Desa Pertapaan Serdang Bedagai yang memakan biaya perbulannya cukup lumayan besar. Diduga adanya praktek perawatan tanaman piktif, hanya sekedar mengambil dana perawatan  tanaman saja, akan tetapi dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan pohon kelapa sawit tidak di lakukan sesuai standart perawatan tanaman pohon kelapa sawit, ucapnya.


    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun hak jawab dari pihak askep maupun PTPN IV Regional I Kebun Rambutan, Serdang Bedagai.kami selaku Wartawan tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak PTPN IV untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, maupun penjelasan resmi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang dan akurat.

    (Ar)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini