MANGGARAI, OpsJurnal.Asia — Guru-guru SDN Reo 1 dan SDN Reo 2 di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menerapkan metode pembelajaran baru yang ramah anak pada Kamis (24/9/2026). Penerapan ini merupakan bentuk praktik langsung dari pelatihan penguatan keterampilan dan dukungan psikososial yang digelar oleh TelkomGroup Peduli.
Langkah ini diambil sebagai respons pascagempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Laut Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, yang sempat mengganggu proses belajar mengajar dan membayangi kondisi psikologis peserta didik.
Dalam kegiatan yang dipraktikkan selama dua hari (Selasa dan Rabu) serta direalisasikan pada Kamis, para guru membagi ruang belajar menjadi lima pos aktivitas (station). Metode ini memberi kebebasan penuh kepada para siswa untuk memilih kegiatan sesuai dengan kenyamanan dan minat mereka.
Adapun kelima pos aktivitas tersebut meliputi:
* Station 1:Aku dan Warnaku
* Station 2:Kota Impianku
* Station 3:Aku Bisa Membuat
* Station 4:Teman Baru
* Station 5:Baca, Gambar, dan Beristirahat
Melalui konsep ini, anak-anak tidak lagi terkungkung dalam metode belajar konvensional. Mereka dibebaskan untuk membaca buku, menggambar, mewarnai, bercerita, membuat karya origami, berinteraksi dan berbicara dengan guru, hingga sekadar melakukan kegiatan tenang dan beristirahat.
Salah satu siswa SDN Reo 1, Juanto Mandosa, mengungkapkan kegembiraannya saat mengikuti model pembelajaran yang fleksibel dan interaktif tersebut.
"Sangat seru dan menyenangkan. Kami boleh belajar semua pada hari ini: membaca, bercerita, menggambar, mewarnai gambar, dan juga membuat perahu dengan kertas origami. Pokoknya seru sekali," ujar Juanto penuh semangat.
Penerapan metode ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan lima hari yang diselenggarakan oleh TelkomGroup Peduli. Rangkaian pelatihan tersebut membekali tenaga pendidik dengan tiga modul utama, yaitu "Guru Menolong Dirinya Sebelum Menolong Orang Lain", "Pertolongan Pertama untuk Hati dan Pikiran", serta "Membangun Kelas yang Membuat Anak Merasa Aman".
Sebelumnya, Kepala SDN Reo 1, Fransiskus Sales Ma'u, S.Pd.Gr., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kepedulian TelkomGroup yang turut memfasilitasi pemulihan dunia pendidikan di Manggarai. Selain pembekalan materi, TelkomGroup Peduli juga menyalurkan bantuan berupa tenda belajar, kipas angin, dan perangkat tablet untuk menunjang operasional sekolah pascabencana.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kelulusan seluruh materi pendampingan, para guru dari SDN Reo 1 dan SDN Reo 2 menerima sertifikat resmi pelatihan dari pihak Telkom.
Warga sekolah dan masyarakat setempat berharap program pendampingan serta bantuan sarana pendidikan seperti ini dapat terus berlanjut. Mereka optimistis, dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental anak, proses pemulihan trauma (trauma healing) bagi generasi muda di Kecamatan Reok dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.




