• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    Festival Karang Asam Disorot Warga: Pagar Seng, Tiket Rp40 Ribu, dan Pertanyaan soal Lahan Negara

    Rabu, 23 September 2026, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T02:35:14Z
    masukkan script iklan disini


    Muara Enim,OpsJurnal.Asia -

    Gemerlap Festival Karang Asam yang digelar selama tiga hari, 17–20 September 2026, di lapangan sepak bola Karang Asam, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, ternyata tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.


    Di tengah ribuan pengunjung yang memadati lokasi festival, sejumlah warga asli Karang Asam justru mempertanyakan pelaksanaan kegiatan tersebut. 


    Sorotan ,"tidak hanya menyangkut dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, tetapi juga muncul pertanyaan mengenai penggunaan lahan yang disebut-sebut sebagai lahan negara.


    Warga mempertanyakan, siapa yang mengelola kegiatan tersebut, atas dasar izin apa lahan digunakan, serta siapa yang memperoleh manfaat ekonomi terbesar dari pelaksanaan festival tersebut.


    Keluhan,"Juga datang dari pelaku UMKM kecil tetap dan tukang ojek yang selama ini mengandalkan penghasilan harian dari aktivitas masyarakat di kawasan Karang Asam.


    Menurut informasi yang disampaikan warga kepada awak media, keberadaan festival dinilai berpotensi menggeser aktivitas ekonomi masyarakat lokal. 


    Para pedagang kecil tetap yang selama ini berusaha mencari nafkah di sekitar kawasan tersebut,berharap kegiatan besar semestinya memberikan ruang dan manfaat bagi mereka, bukan justru membuat mereka kehilangan kesempatan mendapatkan penghasilan.


    “Yang kami persoalkan bukan keramaiannya. Kami mempertanyakan manfaatnya untuk masyarakat asli Karang Asam. UMKM kecil tetap dan tukang ojek juga hidup dari penghasilan sehari-hari,” ujar salah seorang warga kepada awak media.


    Tambahnya,"dengan adanya acara tersebut kami masyarakat kecil tidak ikut menikmatinya.acara tertutup dengan pagar seng setinggi-+2 m.juga kami tidak mampu beli tiket masuk Per orang Rp40.000 sedangkan untuk makan saja kami susah, katanya ulang tahun karang asam yang sama hal dengan sedekah dusun/kampung kenapa kami warga karang asam masuk masih bayar"Ungkapnya 


    Lebih jauh, warga meminta pemerintah dan pihak berwenang membuka secara terang benderang status lahan yang digunakan sebagai lokasi festival. Jika benar lahan tersebut merupakan aset atau lahan negara, masyarakat meminta agar penggunaan lahan untuk kegiatan komersial dapat dijelaskan kepada publik, termasuk dasar perizinan dan mekanisme pemanfaatannya.


    Jangan sampai lahan yang seharusnya memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat justru berubah menjadi lokasi kegiatan yang keuntungan ekonominya hanya dinikmati pihak tertentu.


    Sorotan masyarakat tersebut tentunya membutuhkan klarifikasi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait. Terutama mengenai legalitas penggunaan lahan, izin penyelenggaraan, pengelolaan kegiatan, serta keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat lokal.


    Masyarakat berharap pemerintah PLT Bupati  Kabupaten Muara Enim tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut. Jika terdapat pemanfaatan aset atau lahan negara untuk kegiatan komersial, warga meminta agar seluruh prosesnya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.


    "Katanya ini acara ulang tahun karang asam kenapa ditutupi dengan pagar seng dan warga yang asli karang asam tidak boleh masuk dari yang orang tua sampai ke anak kecil masih tetap harus bayar"ujar warga setempat karang asam yang tidak ingin disebut namanya"ungkapnya


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara Festival Karang Asam dan instansi terkait masih perlu memberikan penjelasan mengenai status lahan, izin kegiatan, serta manfaat ekonomi festival bagi masyarakat setempat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini