Garut.Opsjurnal.asia - Sebuah peristiwa bersejarah dan penuh makna digelar hari ini di lingkungan Yayasan Dianto Landong Ampuh. Awak media Opsjurnal.asia melakukan peliputan dan wawancara langsung saat menyambangi lokasi kegiatan, yang membuktikan bahwa lembaga ini telah melampaui batas konvensional dalam menyelenggarakan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Acara graduasi ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran 2025-2026 biasa, melainkan sebuah tonggak strategis yang menegaskan prinsip kesetaraan akses pendidikan. Lembaga ini berhasil merangkul seluruh lapisan peserta didik, mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), hingga Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C. Sebuah capaian yang jarang ditemukan dan menjadi jawaban nyata atas tantangan pemerataan pendidikan di wilayah pedesaan.
Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, dipandu secara profesional oleh Yoga, S.Pd dan Shipa Aulia, S.Pd. Suasana semakin sakral dan bermakna ketika Siti Fatimah membacakan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian prosesi.
Dalam wawancara khusus bersama awak media, Kepala Desa Kertajaya, Tatan Asmara, SH.I, menyampaikan penilaian mendalam. "Secara konseptual, pendidikan adalah investasi sosial jangka panjang yang menentukan masa depan suatu komunitas. Keberadaan Yayasan Dianto Landong Ampuh membuktikan komitmen luar biasa dengan membuka akses dari jenjang paling dini hingga jalur kesetaraan. Ini membuktikan bahwa ilmu tidak mengenal batas usia, status, maupun latar belakang. Keberhasilan ini adalah kebanggaan kolektif bagi seluruh warga Desa Kertajaya.” Minggu, (14/06/26)
Selanjutnya, Penilik Pendidikan Kecamatan Cibatu, Hilman, S.Pd, didampingi oleh Pengawas Pembina Siti Nuraini, S.Pd, M.Pd, memberikan apresiasi yang tinggi dari sisi kelembagaan. “Mengelola beragam jenjang pendidikan secara terpadu membutuhkan manajemen yang matang dan konsistensi yang kuat. Dalam kerangka sistem pendidikan nasional, langkah ini menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan akses. Kami menilai bahwa lembaga ini telah menjalankan peranannya tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.”
Sementara, Ketua Yayasan, Dianto Landong, S.Pd, menjelaskan filosofi di balik penyelenggaraan acara ini. “Visi kami didasarkan pada prinsip bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh sebab itu, kami tidak membatasi diri pada satu jenjang saja. Hari ini kita melihat hasilnya: anak usia dini, siswa SLTP, hingga peserta jalur kesetaraan berdiri sejajar dalam satu momen keberhasilan. Ini adalah bukti bahwa ketulusan dan kerja keras mampu mewujudkan kesempatan yang setara bagi semua kalangan.”
Diwaktu yang sama, Salah satu momen yang paling menyentuh dan menjadi sorotan adalah tanggapan dari Muhamad Abdul Choir, perwakilan siswa Program Paket C, saat diwawancarai awak media, “Bagi kami yang menempuh jalur kesetaraan, momen ini memiliki makna yang sangat mendalam. Secara akademis dan sosial, sering kali jalur ini dipandang sebelah mata, namun di sini kami diperlakukan sama dan diberikan bimbingan terbaik. Hari ini kami membuktikan bahwa semangat belajar tidak memiliki batas waktu maupun usia. Berkat dukungan yayasan, pintu untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi kini terbuka lebar. Kami berjanji akan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kesetaraan pun melahirkan lulusan yang kompeten dan berkarakter mulia.”
Di penghujung acara ini ditutup dengan harapan agar keberhasilan hari ini menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas. Para lulusan dari berbagai jenjang diharapkan mampu mengamalkan ilmunya, berkontribusi bagi pembangunan daerah, serta menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.
(M.A. Zakariyya, S.E)



