![]() |
| Foto gunung ilustrasi |
Bojonegoro, Jatim - Pagi di lereng Semeru kembali diwarnai aktivitas vulkanik yang menarik perhatian warga sekitar.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam rentang waktu singkat.
Data tersebut berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG.
Erupsi pertama terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 05.26 WIB dengan kolom abu tinggi.
PVMBG mencatat tinggi kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak Gunung Semeru.
Abu vulkanik tampak membumbung dari kawah aktif dan teramati jelas dari pos pemantauan.
Aktivitas tersebut menjadi tanda bahwa dinamika vulkanik Semeru masih terus berlangsung.
Belum lama berselang, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 06.36 WIB pagi hari.
Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu tercatat mencapai sekitar 800 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu terlihat bergerak mengikuti arah hembusan angin.
Petugas pengamatan gunung api terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik tersebut.
Tiga menit kemudian, tepat pukul 06.39 WIB, Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsinya.
Letusan ketiga menghasilkan kolom abu paling tinggi dibanding dua erupsi sebelumnya pagi ini.
PVMBG melaporkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu berwarna kelabu teramati bergerak ke arah utara dari kawasan puncak Semeru.
Rangkaian tiga kali erupsi dalam waktu singkat ini menjadi perhatian petugas pemantauan.
Informasi aktivitas Gunung Semeru tersebut bersumber dari laporan resmi PVMBG yang dirilis Kamis.
Data erupsi juga dipublikasikan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dan media nasional.
Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau tetap waspada serta mengikuti informasi resmi.
Gunung Semeru berada di perbatasan Kabupaten Malang dengan Lumajang dengan ketinggian sekitar 3,676 mdpl. [Agus].

