• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Akselarasi Ekonomi Desa: Sekolah Vokasi UNPAD Bandung Luncurkan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Limbangan Barat Garut

    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T13:39:05Z
    masukkan script iklan disini

    Garut — Opsjurnal.asia — Transformasi perekonomian berbasis masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk yang berkualitas, melainkan juga pada kemampuan pelaku usaha menjangkau pasar secara lebih luas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menyadari hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran melalui program Hibah PPM Unpad Berdampak 2026 menyelenggarakan pelatihan digitalisasi pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Limbangan Barat, Kabupaten Garut, pada Kamis (17/9/2026).

     


    Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Desa Limbangan Barat ini mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Desa Limbangan Barat melalui Digitalisasi Pemasaran UMKM Lokal Berbasis Smart Marketplace”. Diikuti oleh sekitar 25 pelaku usaha dari beragam sektor — mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, buket bunga, sembako, hingga produk rumah tangga — kegiatan ini membuktikan adanya potensi ekonomi lokal yang beragam dan siap dikembangkan secara lebih sistematis.

     

    Kepala Desa beserta jajaran aparatur Desa Limbangan Barat turut hadir dan memberikan dukungan penuh, memandang pendampingan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi perekonomian di tingkat desa.



    Pemasaran Digital Bukan Sekadar Membuka Akun


    Ketua Tim PPM Sekolah Vokasi Unpad Berdampak, Selvi Centia, S.H., M.I.P., menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai media Opsjurnal.asia usai kegiatan. Menurutnya, pemahaman menyeluruh atas ekosistem pemasaran digital menjadi kunci utama agar teknologi yang digunakan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata.

     

    "Digitalisasi pemasaran bukan hanya tentang membuka akun di pasar daring. Pelaku UMKM juga perlu memahami cara menampilkan produk, menyusun narasi yang meyakinkan, serta membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan konsumen. Melalui pendampingan ini, kami tidak sekadar mengajarkan teori, melainkan memandu setiap peserta untuk mempraktikkannya secara langsung," tegas Selvi.



    Pendampingan Berjenjang: dari Produk hingga Pasar Daring

     

    Pendekatan yang diterapkan tim Unpad berlangsung secara interaktif dan bertahap, menggabungkan pemaparan materi, demonstrasi, diskusi, serta praktik langsung. Materi disusun secara sistematis mencakup:

     

    Pertama, pemahaman atas perubahan perilaku konsumen dan pemilihan saluran penjualan yang sesuai dengan karakteristik produk. Pemahaman ini menjadi landasan agar pelaku usaha tidak hanya ikut tren, melainkan memilih jalur yang paling efektif bagi produknya.

     

    Kedua, teknik dokumentasi visual produk menggunakan perangkat yang tersedia sehari-hari. Peserta dilatih mengambil foto yang menarik, menyuntingnya, hingga mendesain tampilan toko menggunakan aplikasi desain dan kecerdasan buatan. Hal ini didasari kesadaran bahwa tampilan produk adalah hal pertama yang dilihat konsumen — kualitas visual yang baik menjadi penanda profesionalisme dan kepercayaan.

     


    Ketiga, pembukaan dan pengelolaan toko di pasar daring. Peserta dibimbing mulai dari pendaftaran, verifikasi identitas, pengaturan alamat dan jasa pengiriman, hingga pengunggahan produk. Setiap peserta juga dilatih menyusun judul dan deskripsi yang jujur, lengkap, dan menarik — mencantumkan informasi produk, kemasan, stok, hingga waktu pemrosesan pesanan agar konsumen merasa yakin bertransaksi.

     

    Keempat, strategi pengelolaan hubungan dengan pelanggan. Pelaku UMKM didorong tidak hanya sekadar mengunggah produk, tetapi juga membangun komunikasi, melakukan promosi secara konsisten, serta menghubungkan berbagai saluran pemasaran agar jangkauan pasar semakin meluas.


    Menghasilkan Karya Nyata, Bukan Sekadar Memahami Materi


    Selvi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kegiatan ini bukan hanya kehadiran peserta, melainkan hasil yang dapat langsung diterapkan.

    "Target kami bukan hanya agar peserta memahami materi, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang dapat langsung digunakan untuk usahanya. Peserta diharapkan memiliki toko yang telah teratur, materi promosi yang telah disiapkan, serta minimal satu produk yang siap dipasarkan dengan narasi yang menarik," tambahnya.

     


    Antusiasme peserta terlihat dari dinamika diskusi yang berlangsung — mereka bertanya seputar teknik pengambilan gambar, penggunaan aplikasi, penyusunan deskripsi produk, hingga strategi menarik pembeli. Keberagaman latar belakang usaha justru memperkaya wawasan bersama, menciptakan lingkungan belajar yang saling menguatkan.


    Kontribusi Sekolah Vokasi dan Harapan ke Depan

     

    Tim pelaksana terdiri dari Selvi Centia, S.H., M.I.P.; Zhahirah Indrawati, S.I.P., M.A.; Jovanscha Qisty, S.AP., M.KP.; Lasmi Puteri Abdullah; dan Silva Centia, S.H. — masing-masing memberikan pendampingan sesuai bidang keahlian, mencerminkan pendekatan interdisipliner yang menyeluruh.

     

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat. Dengan pemanfaatan pasar daring yang tepat, produk unggulan Desa Limbangan Barat tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, melainkan mampu menjangkau konsumen di luar batas wilayah desa, sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

     

    "Kami berharap pendampingan ini menjadi awal perubahan. Ketika pelaku usaha percaya diri memanfaatkan teknologi, maka pertumbuhan ekonomi desa pun akan semakin kokoh — tidak bergantung pada satu pasar saja, melainkan mampu tumbuh beriringan dengan kemajuan zaman," pungkas Selvi.


    Catatan Redaksi: Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3, berita ini disusun berdasarkan keterangan langsung dari narasumber serta dokumen kegiatan. Data capaian jumlah toko aktif dan transaksi akan dilaporkan secara terpisah setelah masa pendampingan berakhir. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan UMKM Desa Limbangan Barat melalui saluran resmi yang dikelola bersama.


    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini