Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
Unggahan soal anggaran LCC Empat Pilar MPR RI 2026 senilai Rp30,7 miliar ramai menjadi perhatian publik di media sosial.
Postingan itu dibagikan akun Facebook “Pramono Hadi” di grup “Paguyuban Wong Bojonegoro” dan menuai banyak komentar.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti dugaan korupsi, pungli, hingga mark up anggaran di berbagai sektor.
Akun tersebut juga mengkritik penggunaan anggaran negara yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
Unggahan itu disertai poster bertuliskan, “Anggaran Rp30,7 Miliar, Hadiah Juara Rp10 Juta, Ini Lomba atau Proyek?”
LCC Empat Pilar diketahui merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung bertahap mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional sepanjang tahun 2026.
Beberapa tahapan lomba diketahui mulai berlangsung sekitar April hingga Mei 2026 di sejumlah daerah di Indonesia.
Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan pembukaan dan pelaksanaan lomba diketahui sempat digelar di Surabaya.
Selain Jawa Timur, pelaksanaan kegiatan juga berlangsung di Jawa Barat hingga Kalimantan Barat dengan jadwal berbeda.
Dari foto yang beredar, terlihat panggung utama bertuliskan “Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026”.
Suasana acara tampak berlangsung meriah dengan penyerahan penghargaan kepada peserta lomba di atas panggung utama.
Unggahan viral itu kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan besarnya anggaran kegiatan dibanding nominal hadiah yang diterima pemenang.
Tak sedikit pula pengguna media sosial meminta adanya rincian penggunaan anggaran secara terbuka kepada publik.
Menurut sejumlah komentar warganet, keterbukaan anggaran penting agar tidak memunculkan asumsi liar di masyarakat.
Di sisi lain, ada pula warganet yang menilai anggaran kegiatan tidak hanya digunakan untuk hadiah perlombaan.
Biaya pelaksanaan acara disebut juga mencakup operasional, akomodasi, perlengkapan, publikasi, dan kepanitiaan.
Meski demikian, besarnya nilai anggaran tetap menjadi sorotan publik di tengah isu transparansi penggunaan dana negara.
Hingga kini, unggahan tersebut masih ramai diperbincangkan dan menuai beragam komentar dari masyarakat luas.[Agus].

