Muara enim, Ops jurnal asia -
Muara enim,22 April 2026 – Suara keresahan masyarakat Indonesia kembali terdengar keras, kali ini disampaikan langsung oleh warga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Mewakili aspirasi rakyat, warga Desa Tegalrejo, RT 14, Kecamatan Tanjung Enim, menyuarakan kekecewaan mendalam atas kondisi ekonomi yang dirasakan semakin memburuk hingga saat ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu (22/04), masyarakat menyoroti kesenjangan sosial yang semakin lebar. Keluhan utama yang disampaikan adalah fenomena di mana yang kaya semakin kaya, sementara rakyat kecil semakin terpuruk dalam kemiskinan.
Lonjakan Harga dan Sulitnya Lapangan Kerja
Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako) dan berbagai tarif yang membebani pengeluaran. Salah satu contoh nyata yang disoroti adalah harga minyak sayur yang kini mencapai Rp23.000 per liternya. Di saat yang sama, akses untuk mendapatkan pekerjaan dinilai semakin sulit, membuat daya beli masyarakat menurun drastis.
Bantuan Sosial Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Tidak hanya soal harga, distribusi bantuan sosial juga menjadi sorotan tajam. Menurut pengakuan warga, banyak bantuan yang justru dinikmati oleh mereka yang sudah mampu, sementara rakyat miskin yang sebenarnya membutuhkan justru tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini memunculkan pertanyaan besar apakah program kesejahteraan ini benar-benar untuk rakyat atau hanya menguntungkan kalangan tertentu dan keluarga pejabat.
Kritik terhadap Janji Kampanye dan Program MBG
Masyarakat juga menitipkan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, terkait janji-janji yang telah diberikan selama masa kampanye. Hingga saat ini, rakyat merasa harapan tersebut belum terwujud secara nyata.
Secara khusus, ada kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan pantauan di lapangan, menu yang disajikan kepada anak-anak dinilai belum sesuai dengan standar "bergizi" yang dijanjikan, bahkan terkesan asal-asalan.
Harapan dan Tuntutan
Melalui "Renungan Hati Masyarakat" ini, rakyat meminta agar Pemerintah Pusat dan seluruh jajaran Menteri segera mengambil tindakan tegas. Mereka menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi yang dianggap tidak taat aturan dan tidak berpihak pada rakyat.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menurunkan harga beras dan sembako, serta memastikan semua program bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak, agar beban keluarga Indonesia dapat sedikit diringankan.
(Rumansah)

