Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia
Keberangkatan CJH bukan sekadar ritual, tetapi operasi publik besar yang menuntut presisi tinggi negara.
Menjelang keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo, skema pengamanan disiapkan berlapis dan menyeluruh.
Pengamanan tidak hanya di titik berangkat, tetapi mencakup pengawalan bus, barang jamaah, hingga tiba aman di asrama.
Kapolres Afrian Satya Permadi menegaskan pengamanan dari hulu ke hilir termasuk rekayasa lalu lintas kota.
“Pengamanan kami lakukan menyeluruh, dari titik berangkat, pengawalan bus, hingga rekayasa arus lalu lintas kota,” ujarnya.
Sebanyak 412 personel gabungan diterjunkan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes, hingga BPBD untuk pengamanan.
Personel disebar di titik strategis guna mencegah kepadatan, gangguan keamanan, dan menjaga ritme perjalanan tetap lancar.
Petugas ditempatkan di lokasi berangkat, sepanjang jalur, serta kantong parkir pengantar demi mengurai kemacetan.
Musim haji ini ada enam kloter asal Bojonegoro, lima berangkat 1 Mei 2026, dan satu kloter menyusul 2 Mei 2026.
Total 1.745 jamaah diberangkatkan dengan 43 bus menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Ketepatan waktu, kepatuhan jalur, dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran proses keberangkatan ini.
Kapolres berharap seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, lancar tanpa hambatan berarti bagi seluruh jamaah.
“Kami berharap seluruh CJH berangkat dengan aman, tertib, dan tiba di asrama haji dalam kondisi selamat,” tuturnya.
Jamaah diimbau waspada terhadap barang bawaan guna mencegah kehilangan atau tertukar di tengah kerumunan.
Pengantar juga diminta berhati-hati dan menjaga barang pribadi agar tidak menjadi sasaran tindak kejahatan.
Masyarakat diimbau memakai jalur alternatif agar rekayasa lalu lintas berjalan efektif dan tidak terjadi kemacetan.
Keberangkatan haji menjadi ujian tata kelola publik, saat negara hadir menjaga keselamatan dan ketertiban bersama. [Ags].

