• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    TERKEJUT! Penderitaan Ibu Jubaedah Pasca Amputasi Kanker Tulang Terbongkar: Kadinkes Garut dr. Leli Yuliani, M.M. Langsung Gercep, Dinsos dan Bupati Garut Kapan Menjawab Panggilan Hati?

    Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T03:23:29Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -


    Kisah nestapa Ibu Jubaedah (49 tahun) yang harus menjalani hidup penuh derita pasca-amputasi kaki kanan akibat kanker tulang pinggul yang ganas, kini menjadi perhatian publik. Ibu dua anak ini berjuang mati-matian bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi yang menyedihkan, dengan setiap detik yang berlalu bagaikan siksaan fisik dan mental yang tak terbayangkan.

     

    Pihak kesehatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, M.M. – yang memiliki latar belakang pendidikan formal S-1 Pendidikan Dokter/Profesi Dokter dan S-2 Magister Manajemen – telah menunjukkan respons cepat. Tak ketinggalan, Kepala Puskesmas Citeras, Solihin, S.Kep., Ners yang ditunjuk langsung oleh dr. Leli Yuliani, M.M. juga turun ke lapangan. Harapan besar kini tertuju kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut dan Bupati Garut untuk segera memberikan bantuan yang mendesak.

     

    Lokasi kejadian dan tempat tinggal Ibu Jubaedah berada di Kp Gembor RT 001/003, Desa Girimakmur, Kecamatan Malambong, Kabupaten Garut. Wilayah ini berada di bawah naungan Puskesmas Citeras yang menaungi 13 desa di Kecamatan Malambong.

     

    Kabar penderitaan Ibu Jubaedah ini mendapatkan perhatian serius dan penanganan cepat dari pihak kesehatan pada Sabtu, 06 Maret 2026.

     

    Ibu Jubaedah harus diamputasi kaki kanannya akibat kanker tulang yang ganas menggerogoti tulang pinggulnya. Kondisi kesehatannya kini sangat kritis dan membutuhkan pemantauan medis intensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa mengancam nyawa. Selain itu, Ibu Jubaedah termasuk dalam kategori keluarga Desil 2 dengan keterbatasan ekonomi yang sangat memprihatinkan, sehingga ia dan keluarganya berjuang sendirian dengan akses kesehatan yang terbatas. Meskipun pihak kesehatan sudah bertindak, masih ada kebutuhan sosial dan ekonomi yang mendesak yang tidak bisa dipenuhi hanya oleh sektor kesehatan, sehingga memerlukan intervensi Dinsos dan perhatian khusus Bupati Garut tanpa menunda lagi.

     

    Begitu mengetahui kondisi menyedihkan Ibu Jubaedah, dr. Leli Yuliani, M.M. tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah konkret dan tegas tanpa membuang waktu sedetik pun. Beliau segera menginstruksikan pihak Puskesmas Citeras untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi tempat tinggal Ibu Jubaedah.

     

    "Diharapkan dengan adanya intervensi cepat dari pihak kesehatan, kondisi Ibu Jubaedah dapat segera membaik dan mendapatkan perawatan yang layak seperti yang sangat ia butuhkan," tegas Bu Kadis saat dimintai keterangan oleh Zakariyya.

     

    Sementara itu, Solihin, S.Kep., Ners selaku Kepala Puskesmas Citeras yang meninjau lokasi menyampaikan dengan tegas, "Kami bersama tim berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan lanjutan sesuai dengan prosedur dan kewenangan kami. Kami memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan paripurna secara cepat, tepat, aman dan gratis. Memastikan pasien mendapatkan pemantauan berkala dari tim kesehatan puskesmas, serta memastikan kepesertaan BPJS pasien aktif untuk memudahkan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di faskes rujukan. Kami siap 24 jam membantu warga yang membutuhkan, kapan dan di manapun di wilayah kerja kami, sesuai amanat pimpinan. Kami melaksanakan kegiatan yang bisa lebih dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.

     

    Kini, mata masyarakat pun tertuju penuh harap dan cemas kepada Dinsos dan Bupati Garut. Akankah bantuan sosial dan dukungan ekonomi segera datang untuk Ibu Jubaedah sebelum terlambat? Semoga langkah cepat Kadinkes menjadi awal dari perhatian penuh dari seluruh pihak, agar Ibu Jubaedah dapat kembali tersenyum dan menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat.

    (Zakariyya)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini