BREBES, opsjurnal.asia – Kepolisian Resor (Polres) Brebes menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, khususnya di ruas Tol Pejagan–Pemalang serta jalur arteri yang mengarah ke Jakarta.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menyampaikan bahwa hingga Jumat (27/3/2026) malam, arus lalu lintas masih terpantau ramai lancar tanpa hambatan berarti. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena masih ada sebagian pemudik yang belum kembali ke wilayah Jabodetabek.
“Kami memprediksi akan terjadi lonjakan kendaraan pada malam ini hingga besok. Untuk itu, sejumlah cara bertindak (CB) telah kami siapkan dan koordinasikan dengan Korlantas Polri serta Ditlantas Polda Jawa Tengah,” ujar AKBP Lilik saat meninjau arus balik di rest area KM 260 B Banjaratma.
Ia menjelaskan, salah satu fokus pengamanan berada di kawasan rest area yang kerap menjadi titik perlambatan. Petugas telah disiagakan untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Jika kapasitas parkir rest area penuh, akan dilakukan pembatasan dan kendaraan diarahkan ke rest area berikutnya agar tidak terjadi antrean hingga ke badan jalan tol,” jelasnya.
Selain jalur tol, jalur arteri juga menjadi perhatian, terutama terkait potensi genangan air di wilayah Ketanggungan yang sempat terjadi beberapa hari terakhir.
“Apabila terjadi luapan air yang menghambat arus, kendaraan akan dialihkan melalui Jatibarang dan masuk kembali ke tol melalui Gerbang Tol Adiwerna atau Brebes Timur,” tambahnya.
Namun, apabila genangan masih dapat dilalui, petugas akan melakukan pengaturan arus dan sterilisasi jalur agar kendaraan tetap dapat melaju dengan lancar.
Hingga saat ini, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas Tol Trans Jawa menuju arah barat masih diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan selama arus balik berlangsung.
(DIYARNI)


