Bojonegoro - Jatim, OpsJurnal Asia-
Arus balik bukan sekadar perjalanan pulang dari Lebaran. Ia menjadi titik ketika harapan ekonomi kembali bergerak bersama para perantau.
Di Bojonegoro, pemerintah daerah hadir langsung melepas warganya kembali ke kota kerja melalui program fasilitasi arus balik.
Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah memimpin pemberangkatan bersama unsur perhubungan dan aparat keselamatan.
Kehadiran pemerintah memperlihatkan mobilitas pekerja bukan urusan individu semata, melainkan bagian dari tanggung jawab publik.
“Balik dengan semangat dan kebahagiaan karena setelah Lebaran bisa berkumpul bersama keluarga,” ujari Setyo Wahono, Selasa 24 Maret 2026.
Ia menilai para perantau membawa nama baik daerah di tempat bekerja sekaligus menjadi kekuatan sosial Bojonegoro.
“Atas nama pemerintah, kami berterima kasih kepada panjenengan yang tetap menjaga nama baik Bojonegoro,” katanya.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendukung warga agar dapat bekerja dengan baik dan memberi kesejahteraan bagi keluarga.
“Kami berupaya mensupport agar panjenengan semua dapat bekerja dengan baik dan mencari nafkah untuk keluarga,” tuturnya.
Program arus balik menghadirkan fasilitas transportasi serta dukungan logistik ringan guna mengurangi beban perjalanan warga.
Pesan keselamatan juga disampaikan kepada pengemudi sebagai bagian penting menjaga keamanan mobilitas massal Lebaran.
“Kepada para sopir, utamakan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas agar seluruh penumpang sampai dengan selamat,” tegasnya.
Bagi peserta, perjalanan ini bukan hanya kembali bekerja, tetapi juga membawa restu keluarga dari kampung halaman.
Kuslan, peserta asal Kalitidu, menyebut program tersebut membantu meringankan biaya perjalanan menuju tempat kerja.
“Program balik gratis ini sangat membantu mengurangi beban ongkos keluarga kami,” ujarnya.
Saat bus mulai bergerak, arus balik berubah menjadi simbol hubungan yang terus terjaga antara daerah dan warganya.
Negara hadir bukan hanya menyambut kepulangan, tetapi juga mengantar warganya kembali menjalani perjuangan ekonomi. [Ags].

