• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Margomulyo Jadi Pintu Masuk Wisata Barat Bojonegoro

    Rabu, 25 Maret 2026, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T03:47:47Z
    masukkan script iklan disini

    Bojonegoro - Jatim, OpsJurnal.Asia-

    Kecamatan Margomulyo mulai diposisikan sebagai simpul wisata baru di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro.

    Arah tersebut terlihat dari publikasi resmi pemerintah daerah yang mengangkat potensi wisata alam, budaya, dan religi kawasan ini.

    Informasi dipublikasikan Selasa (24/3/2026) menjelang arus mudik Lebaran, periode yang kerap dimanfaatkan promosi destinasi.

    Secara geografis, Margomulyo berada di kawasan perlintasan antarwilayah yang berbatasan dengan Ngawi, Blora, dan Madiun.

    Letak tersebut menjadikan Margomulyo sebagai pintu masuk Bojonegoro dari jalur barat sekaligus penghubung antardaerah.

    Pemerintah daerah mulai menempatkan sektor wisata sebagai alternatif penggerak ekonomi di luar sektor migas.

    Salah satu destinasi yang diperkenalkan ialah Masjid Samin Baitul Muttaqin yang dulu bernama Masjid An Nahdla di Desa Sumberjo dengan kubah emas mencolok.

    Masjid itu tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga titik singgah bagi pemudik lintas Bojonegoro–Ngawi.

    Wisata budaya hadir melalui Kampung Samin di Desa Margomulyo yang mempertahankan tradisi Sedulur Sikep.

    Komunitas ini dikenal menjaga nilai kejujuran, kesederhanaan, dan harmoni sosial yang diwariskan lintas generasi.

    Kawasan tersebut juga menjadi bagian Geopark Nasional Bojonegoro yang diarahkan sebagai wisata edukasi budaya.

    Pertunjukan gamelan, tradisi adat, serta batik Obor Sewu memperkuat identitas lokal yang mulai dikenal wisatawan.

    Pelestarian seni tradisional tampak di Kampung Thengul, pusat pertunjukan wayang kayu khas Bojonegoro.

    Wayang Thengul menghadirkan kisah rakyat lokal yang berkembang di luar pakem utama pewayangan klasik Nusantara.


    Di sektor infrastruktur, Bendungan Karangnongko hadir sebagai proyek strategis nasional di wilayah Margomulyo.

    Meski belum dibuka sebagai objek wisata, bendungan ini diproyeksikan memperkuat irigasi dan lanskap kawasan.

    Destinasi alam lain ialah Rest Area Watu Jago di kawasan hutan Margomulyo dengan formasi batu alami yang unik.

    Lokasi tersebut berkembang sebagai titik istirahat alternatif bagi pelintas yang mencari suasana alam terbuka.

    Sektor ekonomi kreatif terlihat melalui sentra kerajinan akar jati di Desa Geneng dan Meduri.

    Produk furnitur dan kerajinan kayu mulai dipromosikan sebagai identitas ekonomi lokal berbasis sumber daya hutan.

    Sementara Desa Kalangan mengembangkan agrowisata jambu merah melalui budidaya dan produk olahan masyarakat.

    Pengunjung dapat menikmati wisata petik sekaligus melihat penguatan ekonomi desa berbasis pertanian lokal.

    Pengembangan Margomulyo menunjukkan upaya memperluas basis ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

    Keberlanjutan destinasi tersebut bergantung pada aksesibilitas, pengelolaan kawasan, serta konsistensi kebijakan daerah. [Ags].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini