Garut,OpsJurnal.Asia -
Dalam upaya memastikan keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat program, Puskesmas Cibatu menginisiasi gerakan standarisasi Dapur Sarana Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang melibatkan berbagai pihak, antara lain Satgas Kecamatan Cibatu dan Serka Dindin sebagai Satgas Dapur SPPG 2 Kecamatan Cibatu dan Kersamanah. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Camat Cibatu H. Budi Dermawan S.E., M.Si, dengan wawancara terkait kegiatan dilakukan oleh Muhammad Agus Zakariyya SE pada hari Sabtu (14/03/26) di ruang pribadi Kepala Puskesmas Cibatu.
Sebanyak 11 unit Dapur SPPG di wilayah kecamatan akan menjadi fokus perbaikan, antara lain Mekarsari 1, Mekarsari 2, Wanakerta 1, Wanakerta 2, Wanakerta 4, Padasuka 1, Cibatu Cibunar 1, Cibatu Cibunar 2, Cibatu Cibunar 3, Keresek 1 KMM, dan Keresek 2 Carida, masing-masing dikelola oleh yayasan yang berbeda.
Inspeksi awal yang dilakukan pada hari Senin (09/03/26) mengungkapkan beberapa poin penting yang perlu diperbaiki, termasuk tata ruang dapur yang belum optimal, prosedur kebersihan yang belum konsisten, serta kondisi peralatan yang memerlukan pembaruan. Berdasarkan temuan tersebut, tim kerja telah menyusun rencana aksi terstruktur yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Camat Cibatu H. Budi Dermawan S.E., M.Si yang tidak bisa hadir dalam wawancara di Puskesmas Cibatu menegaskan melalui sambungan teleponnya, "Saya mendukung sepenuhnya upaya standarisasi Dapur SPPG ini karena menyentuh aspek krusial yaitu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kita. Khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi penerima manfaat utama, sehingga keamanan pangan yang mereka konsumsi harus menjadi prioritas utama kita semua."
Ia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan akan memberikan dukungan komprehensif mulai dari koordinasi lintas sektor hingga penyediaan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan seluruh dapur SPPG di wilayah Cibatu memenuhi standar nasional yang berlaku.ujarnya
Sementara Kepala Puskesmas Cibatu H. Ajat Sudrajat Haryadi, S.Kep.,Ners menjelaskan dalam kesempatan yang sama, "Standarisasi Dapur SPPG adalah prioritas utama kami karena memiliki dampak langsung terhadap status kesehatan masyarakat. Kita tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola setiap unit dapur SPPG."
"Kerjasama dengan berbagai pihak menjadi pijakan utama keberhasilan program ini," imbuhnya. Harapannya, penerima manfaat dapat menikmati makanan yang aman, bergizi, dan sepenuhnya sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Selanjutnya, Koordinator Satgas Kecamatan Cibatu menjelaskan bahwa tim akan melakukan pendataan dan pemetaan detail terhadap setiap dapur SPPG di kecamatan. "Kita akan menyusun langkah perbaikan yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing unit, serta bekerja sama erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mendapatkan dukungan teknis dan sumber daya yang dibutuhkan," ujarnya, dengan keyakinan target standarisasi dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Serka Dindin sebagai Satgas Dapur SPPG juga menyampaikan komitmennya dalam sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan di lapangan. "Saya akan aktif terlibat di setiap tahapan pemantauan dan membantu menyampaikan pentingnya program ini kepada pengelola dapur serta masyarakat sekitar," katanya. Ia juga akan memberikan dukungan dalam pengaturan akses dan keamanan selama proses perbaikan berlangsung, dengan harapan upaya kolaboratif ini dapat menjadi contoh terbaik bagi daerah lain.
Muhammad Agus Zakariyya SE yang melakukan wawancara di Puskesmas Cibatu menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang diambil. Ia menekankan bahwa program standarisasi Dapur SPPG tidak hanya berdampak positif pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian integral dari upaya peningkatan kualitas layanan publik di wilayah Kecamatan Cibatu.
Rencana tindakan yang akan diimplementasikan meliputi:
1. Pelatihan dan edukasi menyeluruh mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan dapur SPPG
2. Penataan ulang tata ruang dan perbaikan fasilitas sanitasi serta sanitasi lingkungan
3. Bimbingan teknis dalam pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (LHS)
4. Pembentukan tim pemantau lokal untuk memastikan penerapan standar berkelanjutan
5. Pendataan dan penataan kebutuhan peralatan serta sumber daya lainnya yang diperlukan
Kegiatan standarisasi ini diharapkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3 bulan ke depan, dengan target seluruh 11 dapur SPPG di Kecamatan Cibatu telah memenuhi standar yang ditetapkan dan memiliki izin serta sertifikasi resmi yang sah.
(Zakariyya)

