Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Pendiri sekaligus Ketua Umum Ormas BANG JAPAR(Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Fahira Idris tegaskan bahwasanya, Bang Japar Indonesia bukan bagian dari Ormas yang dipimpin nya.
"Berikut keterangan berkaitan mengenai hal tersebut
,"Kepada seluruh warga DKI Jakarta dan para pelaku usaha,
Saya Fahira Idris, Pendiri dan Ketua Umum Ormas BANG JAPAR (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) @bangjapar.fi perlu kembali menegaskan bahwa organisasi bernama “Bang Japar Indonesia (BJI)” bukan organisasi yang saya pimpin.
Apabila ada pihak yang menyebarkan proposal, surat, atau permintaan THR dengan mengatasnamakan “Bang Japar Indonesia”, maka hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Ormas BANG JAPAR yang saya dirikan dan pimpin sejak tahun 2017.
Perlu saya tegaskan kembali, sejak awal berdirinya BANG JAPAR pada 25 Februari 2017, organisasi ini tidak pernah dan tidak akan pernah meminta THR, kepada perusahaan, pelaku usaha, maupun masyarakat.
BANG JAPAR berdiri untuk #Berbuat dan #Bermanfaat, melalui kegiatan sosial, advokasi hukum dan kesehatan, penguatan UMKM, layanan ambulans gratis, serta pengabdian kepada masyarakat dan pengawalan ulama.
Karena itu, setiap tindakan yang mengatasnamakan Bang Japar untuk meminta THR, jelas bertentangan dengan prinsip, nilai, dan aturan organisasi kami.
Setiap tahun menjelang Lebaran, persoalan ini kembali muncul dan seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat karena nama BANG JAPAR sangat identik dengan saya sebagai pendirinya. Namun perlu diketahui bahwa nama organisasi kami berbeda dan logo kami juga berbeda.
Saya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mencatut nama BANG JAPAR.
Jika ada informasi atau laporan terkait hal tersebut, silakan menyampaikannya kepada Mako Pusat BANG JAPAR atau langsung kepada saya, di nomor hp 0818430086
Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan informasi dan mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
(NA)

