• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ustadz Riki Rohimat Permana: Fokus 10 Hari Kunci dari Sepuluh Malam Terakhir Bawa Manfaat Lebih dari Seribu Bulan Ibadah

    Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T02:20:19Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -


    Sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan telah tiba, dan umat Islam di Garut menyambut periode paling sakral dalam setahun dengan meningkatkan aktivitas ibadah. Fokus utama selama 10 hari tersebut adalah mencari dan meraih keberkahan Lailatul Qadar – malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan – dengan mengikuti teladan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

     

    Hal ini disampaikan Ustadz Riki Rohimat Permana saat memberikan kuliah subuh di Masjid At-Thariq Jln Simpang Bayongbong Kp SasakBesi Rt 03 Rw 02 Desa Mulyasari Kec Bayongbong pada hari Rabu (11/03/2026), dalam wawancara eksklusif dengan pewancara Muhammad Agus Zakariyya S.E.

     

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Riki mengutip sabda Rasulullah ﷺ: “Ketika sepuluh malam terakhir tiba, hendaklah kamu mempererat tali pinggangmu, menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluargamu.”

     

    “Kata ‘mempererat tali pinggang’ bukan hanya gerakan fisik, melainkan simbol kesungguhan hati untuk meninggalkan kesibukan duniawi yang tidak perlu dan fokus pada ibadah,” jelasnya. Menurutnya, kesuksesan dalam berburu Lailatul Qadar dimulai dari kesungguhan yang datang dari dalam diri.

     

    Ustadz Riki juga menjelaskan do'a khusus yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk meraih keberkahan malam suci tersebut: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka ampunilah aku).

     

    “Do'a ini menjadi panduan utama kita semua. Lailatul Qadar bukan hanya tentang pahala besar, tetapi juga kesempatan emas untuk membersihkan hati dari dosa dan mempererat hubungan dengan Allah SWT,” ucapnya. Menurutnya, untuk meraih ampunan, umat harus datang dengan hati rendah hati dan siap memaafkan sesama.

     

    Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Riki menegaskan bahwa meskipun periode yang ditargetkan adalah 10 hari, fokus utama berada pada 10 hari kunci di dalamnya. “Sasaran utama 10 hari ini adalah memastikan kita tidak terlewatkan oleh keberkahan yang tak terbatas,” tegasnya. “Rasulullah ﷺ telah menunjukkan bahwa kesungguhan dalam 10 hari inti tersebut akan membawa hasil lebih baik dari seribu bulan ibadah biasa.”

     

    Ia mengimbau umat untuk memperbanyak ibadah seperti shalat tarawih yang lebih panjang, tadarus Al-Qur’an, sedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. “Ibadah kita tidak akan sempurna jika hubungan kita dengan saudara seiman masih terganggu,” tambahnya.

     

    Untuk mendukung upaya umat dalam memanfaatkan periode suci tersebut, Masjid At-Thariq telah menyelenggarakan berbagai kegiatan secara teratur. Mulai dari tadarus bersama setiap malam, kajian khusus tentang Lailatul Qadar setiap hari subuh, hingga kegiatan sedekah untuk masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah masjid At-Thariq sebagai bentuk ibadah yang menyatu dengan kepedulian sosial.

     

    “Kita berharap melalui kegiatan-kegiatan ini, seluruh jamaah bisa meraih keberkahan Lailatul Qadar dengan maksimal,” pungkas Ustadz Riki.

     

    Semoga umat Islam di Garut, Indonesia, dan seluruh dunia diberikan kemudahan untuk menghadapi setiap malam dengan penuh khusyuk, serta mampu meraih keampunan dan keberkahan dari Lailatul Qadar yang dicari-cari.

    (Zakariyya)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini