• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Drama Alam di Pada Awas: Sungai Cibeureum Mengamuk, Dinding Rumah Tergerus, Jalan Raya Pasirwangi Tertimbun Material Gunung

    Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T02:16:11Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -


    Kekuatan alam yang mengamuk melanda Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut tidak hanya merusak hunian warga, tetapi juga memutus akses jalan raya vital, meninggalkan jejak kerugian materi yang cukup besar. Namun, di tengah situasi yang mencemaskan itu, respons cepat dari pihak berwenang dan gotong royong masyarakat menjadi cahaya harapan.

     

    Peristiwa yang dilaporkan terjadi pukul 18.00 WIB di Kampung Sukasari RT/RW 05/05 ini bermula dari meningkatnya debit air Sungai Cibeureum secara drastis akibat cuaca buruk. Arus sungai yang biasanya tenang berubah menjadi ganas, menggerus tebing dan tanah di sekitar pemukiman hingga menelan dinding bagian belakang rumah warga.

     

    Dua keluarga menjadi korban utama dari amukan sungai ini. Abdurohman (32 tahun), pemilik rumah seluas 31 m² bersama tiga anggota keluarganya, harus menyaksikan bagian rumahnya tergerus air sepanjang 4 meter dengan tinggi 3 meter. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Tak jauh dari situ, nasib serupa menimpa Muhamad Ismail (38 tahun). Rumahnya seluas 56 m² juga tak luput dari serangan air, dengan panjang tergerus mencapai 6 meter dan tinggi 3 meter, menimbulkan kerugian sekitar Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).

     

    Bencana tidak berhenti di situ. Erosi tanah dari lereng gunung akibat cuaca yang sama menyebabkan material longsor menutup Jalan Raya Pasirwangi tepat di titik yang sama. Sepanjang 100 meter jalan raya tertimbun lumpur dan batu dengan ketebalan mencapai 40 cm, mengancam kelancaran lalu lintas yang menghubungkan wilayah tersebut.

     

    Mendapat laporan tersebut, tim gabungan segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Camat Pasirwangi, Bambang Rudjianto, A.T.D., M.M, Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji, SH., MH, bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, KSPKT, dan jajaran Pemdes Padaawas di bawah kepemimpinan Kades Cucu Suryana, tak segan-segan turun tangan langsung menangani situasi.

     

    Dalam situasi yang penuh tekanan, prioritas utama adalah keselamatan jiwa. Seluruh penghuni rumah yang terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat ke rumah tetangga terdekat. Sementara itu, di jalan raya yang tertutup material, tim dan masyarakat bahu-membahu melakukan pengerukan secara manual. Keringat bercucuran, tenaga dikerahkan sepenuhnya untuk membuka kembali akses yang tertutup, sementara lalu lintas diatur agar tetap bisa berjalan satu jalur untuk meminimalkan gangguan.

     

    "Kami berupaya maksimal menangani situasi ini dengan sumber daya yang ada. Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar sehingga kami juga telah mengoordinasikan permintaan bantuan alat berat kepada dinas terkait untuk penanganan yang lebih optimal," ujar Agus Salim, Ketua Forum RW Desa Padaawas, saat dikonfirmasi.

     

    "Kami tidak akan berhenti berupaya hingga situasi benar-benar pulih dan warga merasa aman kembali," ujar imbuh pungkasnya.

     

    Hingga laporan ini dibuat, situasi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Namun, jejak kehancuran akibat bencana hidrometeorologi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya kita di hadapan kekuatan alam. Pemerintah Desa dan pihak terkait kini menantikan arahan dan dukungan lebih lanjut untuk memulihkan kondisi warga dan infrastruktur yang terdampak.

    (Zakariyya)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini