Garut,OpsJurnal.Asia -
Tangisan haru dan air mata kebahagiaan mewarnai ruang pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibatu, Selasa (31/03/2026). Kisah kepedulian yang menggema hingga pelosok Kabupaten Garut ini muncul ketika sepasang calon pengantin inisial AC/S yang beralamatkan di Kp Cadas Bodas Desa Mekarsari Cibatu Garut datang dengan hati yang hancur berkeping-keping – mereka hampir menyerah mewujudkan impian menikah secara sah hanya karena tidak memiliki sedikit pun biaya untuk proses pernikahan dan buku nikah.
Kisah yang membuat banyak orang terharu ini bermula ketika pasangan muda tersebut tiba di KUA Cibatu dengan raut wajah penuh keraguan. Mereka telah menghitung-hitung segala cara, bahkan meminjam ke sanak saudara, namun tak seorang pun bisa membantunya. Keinginan mereka untuk membangun rumah tangga yang diakui negara dan agama tampak seperti mimpi yang jauh tak terjangkau.
"Dokumen persiapan kita sudah lengkap, tapi kami tidak punya uang sedikitpun untuk biaya administrasi. Kami hampir memutuskan untuk tidak melanjutkan, karena takut mendapatkan penolakan atau harus menunggu lama," ujar salah satu calon pengantin dengan suara menggigil, tak bisa menahan air mata.
Namun, tak disangka! Saat mereka dengan penuh kerendahan hati menyampaikan kondisi mereka kepada Kepala KUA Cibatu H. Ceng Hobir, S.Ag., M.H., beliau langsung berdiri dan menghampiri pasangan tersebut dengan wajah penuh kasih sayang. Tanpa ragu sepuasnya, beliau mengucapkan kata-kata yang membuat dunia pasangan ini berubah total:
"Jangan khawatir! Keterbatasan ekonomi bukanlah dosa, dan tidak akan pernah menjadi penghalang bagi kalian untuk membangun keluarga yang sah dan berkah. Saya akan pastikan pernikahan kalian dilaksanakan – GRATIS, tanpa biaya sepeserpun!"
Dalam sekejap saja, suasana yang tadinya suram berubah menjadi penuh harapan. H. Ceng Hobir langsung memanggil seluruh stafnya dan memberikan instruksi tegas untuk menangani seluruh proses administrasi dengan segera. Tak ada birokrasi yang berbelit, tak ada tenggat waktu yang panjang – dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh persiapan telah selesai dan pernikahan resmi dijadwalkan pada Tanggal 15 April 2026.
"Kita tidak bisa melihat rakyat kita kesusahan dan hanya diam saja. Sebagai pelayan publik, tugas kita bukan hanya mengurus administrasi, tapi juga menjadi ujung tombak kebaikan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan," tegas H. Ceng Hobir dengan suara yang penuh keyakinan, membuat seluruh staf dan warga yang ada di lokasi langsung tepuk tangan meriah.
Berita ini seperti kilat yang menyambar cepat di seluruh Kabupaten Garut. Dalam beberapa jam saja, cerita kepedulian dari KUA Cibatu menjadi trending topik di media sosial dan percakapan warga di setiap pasar, warung kopi, hingga kantor kecamatan se-Kabupaten Garut. Banyak warga yang menyebut ini sebagai "keajaiban pelayanan publik" yang jarang ditemui.
"Sangat menginspirasi! Di zaman sekarang yang banyaknya biaya untuk segala urusan, KUA Cibatu membuktikan bahwa ada masih orang yang benar-benar peduli dengan rakyat kecil," ujar Siti Aminah (45), seorang warga dari Kecamatan Cibatu Desa Cibunar Garut yang langsung datang ke KUA Cibatu untuk memberikan dukungan.
Kisah ini bukan hanya tentang pernikahan yang akan dilaksanakan secara gratis, melainkan juga tentang harapan yang kembali hidup dan bukti nyata bahwa pelayanan publik yang berbasis kemanusiaan masih ada di tengah kita. H. Ceng Hobir dan seluruh jajaran KUA Cibatu telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya menjalankan tugas, tapi juga menyebarkan kebaikan yang bisa mengubah hidup orang lain.
"Semoga langkah mulia Bapak Kepala KUA ini menjadi contoh bagi seluruh instansi pelayanan publik di Kabupaten Garut bahkan Jawa Barat. Pernikahan adalah hak setiap orang, bukan barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu secara ekonomi," tambah seorang aktivis Edi Nuryanto dari Desa Mekarsari.
Pasangan calon pengantin AC/S kini tengah mempersiapkan diri dengan penuh kegembiraan untuk hari besar mereka pada 15 April mendatang. Mereka berharap bahwa kisah mereka bisa menjadi inspirasi bagi pasangan muda lain yang sedang mengalami kesulitan serupa – bahwa tidak ada hal yang mustahil jika ada orang yang bersedia memberikan bantuan dan kebaikan hati.
(Zakariyya)

