Bojonegoro Jatim, OpsJurnal.Asia-
Musrenbang RKPD 2027 digelar saat pemerintah daerah menghadapi dilema klasik antara aspirasi publik dan ruang fiskal.
Forum di Gedung Angling Dharma itu menandai dimulainya proses penyaringan ribuan usulan sebelum berubah menjadi keputusan anggaran.
Bupati Setyo Wahono menegaskan pembangunan diarahkan pada pertanian, kesehatan, pengelolaan air, dan keberlanjutan lingkungan.
Ia mengingatkan tidak semua program dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran menjadi realitas pembangunan daerah.
“Efisiensi dan peningkatan pendapatan daerah harus berjalan bersama agar pembangunan tetap adaptif,” ujar Wahono.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan arah kebijakan dari ekspansi program menuju seleksi berbasis manfaat publik.
Kepala Bappeda Helmy Elisabeth menyebut total 3.068 usulan masuk melalui mekanisme perencanaan berjenjang daerah.
“Usulan berasal dari DPRD, desa, kelurahan, serta instansi vertikal yang seluruhnya melalui tahapan verifikasi,” katanya, Jum'at 27 Maret 2026.
Sebanyak 1.734 usulan datang dari pokok pikiran DPRD, sementara desa dan kelurahan mengusulkan 1.293 program.
Selain itu terdapat 41 usulan instansi vertikal dan 302 usulan yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Besarnya angka usulan memperlihatkan kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dan kapasitas pembiayaan daerah.
Plt Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin menekankan disiplin waktu sebagai kunci menjaga kualitas perencanaan.
“Semua usulan yang layak sudah diverifikasi TAPD sebelum RKPD ditetapkan sesuai timeline,” ujar Yasin.
Ketua DPRD Abdulloh Umar menyebut Musrenbang sebagai ruang negosiasi kebijakan antara pemerintah dan masyarakat.
“Di sini terjadi rekonsiliasi dan harmonisasi agar prioritas pembangunan disepakati bersama,” katanya.
Sekda Edi Susanto memaparkan transformasi isu RPJMD meliputi kemiskinan, SDM unggul, ekonomi hijau, dan tata kelola.
Tema pembangunan 2027 diarahkan pada ekonomi bernilai tambah, SDM berkarakter, serta tata kelola inklusif daerah.
Pada akhirnya, Musrenbang bukan hanya forum perencanaan, melainkan arena menentukan arah pembangunan Bojonegoro. [Ags].

