Garut — Opsjurnal.asia – Di tengah semangat peringatan Hari Santri Tahun 2026 yang mengusung nilai gotong‑royong dan kepedulian terhadap sesama, tersembunyi peran penting jajaran pemerintah kecamatan yang berjuang mendengar suara‑suara warga terpinggirkan. M.A. Zakariyya, S.E., Kepala Perwakilan Wilayah Jawa Barat (Kaperwil Jabar), melakukan kunjungan silaturahmi‑kerja ke ruang kerja Sekretaris Kecamatan Banyuresmi, E. Amalia, S.Kep.Ners., M.Si., pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mengungkap peran besar yang diemban Sekretaris Camat Banyuresmi. Sebagai garda terdepan pelayanan publik di tingkat kecamatan, E. Amalia telah lama mendengar keluhan dan kesulitan warga, namun masih menghadapi hambatan‑hambatan administrasi yang kerap membuat kasus warga rentan seperti Bapak Erwin Khafid Khaerudin terabaikan oleh sistem data yang belum sesuai kenyataan lapangan.
Mendengar pemaparan temuan verifikasi lapangan dari Kaperwil Jabar, terungkap bahwa Bapak Erwin masuk dalam daftar Desil 10, namun jaminan kesehatan BPJS‑PBI miliknya justru dinonaktifkan. Yang paling memilukan, anak tercinta Bapak Erwin saat ini sedang menderita sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, sementara akses layanan kesehatan terhambat akibat status jaminan yang terhenti tersebut.
Mendengar kondisi tersebut, Sekretaris Camat menunjukkan tekad yang kuat. “Kita tidak bisa hanya menunggu laporan dari atas. Sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat, kita harus menjadi mata dan telinga pertama bagi mereka yang suaranya belum terdengar oleh sistem,” tegas E. Amalia dengan nada penuh keprihatinan sekaligus keyakinan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini tim Kecamatan telah berusaha melakukan verifikasi lapangan, namun masih membutuhkan sinergi dengan pihak pengawas wilayah untuk memperbaiki ketidaktepatan pengklasifikasian data sensus yang menjadi penghambat utama akses bantuan sosial dan layanan kesehatan warga. Semangat Hari Santri yang mengajarkan kepedulian dan keberanian bertindak bagi sesama, menjadi pendorong utama tekad tersebut.
M.A. Zakariyya, S.E., menyambut baik komitmen yang disampaikan Sekretaris Camat. “Peran Ibu Sekretaris Camat sangatlah penting, karena tanpa kepekaan dan langkah nyata dari pihak terdepan ini, banyak kasus penderitaan warga akan tetap tersembunyi di balik angka‑angka sistem,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, dilaksanakan sesi dokumentasi bersama jajaran ibu‑ibu penggerak kegiatan santri dan pemberdayaan perempuan Kecamatan Banyuresmi, sebagai wujud tekad bersama untuk menggerakkan kepedulian masyarakat menyambut Hari Santri 2026.
Kedua pihak sepakat segera menyusun jadwal verifikasi ulang terpadu untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pengklasifikasian data sensus, agar Bapak Erwin dan anak tercintanya dapat segera mendapatkan pemulihan status jaminan kesehatan serta bantuan yang menjadi hak dasarnya.
Catatan Redaksi: Berita ini merupakan laporan hasil kunjungan kerja. Seluruh tahapan perbaikan data dan pelayanan akan dilaksanakan sesuai prosedur serta peraturan perundang‑undangan yang berlaku.
(M.A. Zakariyya S.E)




