Pangkep - Workshop Perpustakaan dalam rangka Festival Literasi Pangkep tahun 2026 berlangsung di ruang pertemuan gedung kantor dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Pangkajene dan kepulauan lantai 3 di belakang terminal kelurahan samalewa Kecamatan bungur Kabupaten Pangkajene dan kepulauan pada Kamis 22 Oktober 2026.
Workshop yang merupakan salah satu agenda Festival Literasi Pangkep 2026 yang mengusung tema "Penguatan peran kepala sekolah dalam mewujudkan perpustakaan sekolah sesuai standar nasional sesuai standar nasional perpustakaan menuju akreditasi," dibuka oleh sekretariat daerah Hj Suriani, SE didampingi Kadis Abbas Hasan, AP, MM.
Bertindak selaku moderator Elvira Septia Ansar S.Stp menampilkan narasumber Desy
Salmia, S.Ip, M.Ip dan Desy Selviana, S.Sos, M.I.Kom keduanya dari Dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi Sulawesi Selatan yang diikuti oleh para kepala sekolah tingkat SMP Kabupaten Pangkep yang tergabung dalam Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) di bawah pimpinan H Alimudin, S.Pd, M.Pd.
Pelaksanaan workshop di hari ketiga yang merupakan hari terakhir sekaligus penutupan festival literasi Pangkep yang sebelumnya telah dibuka pada Selasa tanggal 21-23/10 diantara agenda lain yang disiapkan yakni Pameran Badik Celebes, Karya literasi, buku, launching buku hasil bimbingan teknis kepenulisan berbasis konten budaya lokal, bedah buku, gelar wicara literasi, donor darah, cek kesehatan gratis (CKG), dan penampilan karya seni.
Sebagaimana dikatakan Sekda Hj Suryani setelah membuka workshop bahwa kegiatan workshop pada hari ini adalah rangkaian dari kegiatan Festival Literasi yang dilaksanakan oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep
"Kegiatan yang melibatkan para Kepala sekolah dalam hal ini dimaksudkan untuk mendorong semangat, meningkatkan minat baca, kwalitas dan kwantitan perpustakaan dengan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana yang bertaraf nasional terakreditasi," ujarnya.
Diharapkan semoga para kepala sekolah berkomitmen untuk bagaimana membangkitkan kembali semangat membaca anak-anak untuk di masing-masing sekolahnya berkolaborasi dengan kami berusaha bagaimana menghidupkan kembali nuansa perpustakaan dan literasi di sekolahnya masing-masing.
"Kepada para guru untuk bagaimana anak-anak itu bijak menggunakan medsos jangan hanya melalui media sosial itu digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu serta menjurus pada hal-hal negatif yang dapat menyeret dan menyesatkan," tambahnya.
Workshop yang berlangsung dinamis dan sukses sebagaimana yang diharapkan sejalan dengan festival literasi Kabupaten Pangkep yang berakhir pula dengan sukses serta spesifikasi yang istimewa pada pelaksanaan pergelarannya kali ini karena melibatkan hampir seluruh awak media yang ada di daerah ini.
(Hasra)




