• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Sosialisasi Kajian Ibukota Garut Utara: Perspektif KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani, Tentang Amanah Ilmiah Dan Semangat Kebangsaan

    Selasa, 11 Agustus 2026, Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T13:15:50Z
    masukkan script iklan disini

    Garut - Opsjurnal.asia - Dalam kerangka pembangunan daerah dan dinamika perjuangan mewujudkan Daerah Otonom Baru Garut Utara, kegiatan Sosialisasi Persiapan Kajian Ibu Kota yang berlangsung di Aula Kecamatan Balubur Limbangan, Selasa 11 Agustus 2026, menjadi momentum pertemuan antara landasan keilmuan, nilai-nilai luhur agama, serta semangat patriotisme yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

     


    Hadir memberikan pandangan yang mendalam dan menyeluruh, Ketua Dewan Penasehat Paripurna sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani, menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar urusan administratif atau pemetaan wilayah, melainkan bagian tak terpisahkan dari amanah ilahi dan tanggung jawab kebangsaan.

     

    “Secara akademis, pembentukan daerah baru dan penentuan pusat pemerintahan harus didasari pada kajian yang mendalam, objektif, dan mematuhi seluruh kaidah peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun di atas segalanya, setiap langkah yang kita ambil harus selaras dengan prinsip keadilan, kemaslahatan umum, dan persatuan yang menjadi jiwa bangsa ini,” ujar KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani dengan wibawa yang memadukan ketegasan ilmu dan kelembutan hati.

     

    Menurut beliau, semangat patriotisme dalam konteks ini bukanlah sekadar ungkapan cinta tanah air yang bersifat emosional semata, melainkan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau golongan. “Menentukan ibu kota adalah menentukan arah perjalanan masa depan saudara-saudara kita di sebelas kecamatan ini. Jika kita memilih berdasarkan kepentingan sempit, kita telah mencederai perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan segalanya demi Indonesia yang bersatu dan sejahtera. Sebaliknya, jika kita memilih berdasarkan kriteria yang benar dan keadilan yang nyata, maka kita telah menanam benih kemajuan yang akan dipanen oleh anak cucu kita kelak,” jelasnya.

     


    Beliau menekankan peran ulama dan pemimpin masyarakat sebagai benteng moral yang menjaga proses ini tetap berada di jalur yang benar. “Agama mengajarkan bahwa amanah adalah beban yang sangat berat. Maka tangan yang menandatangani, pikiran yang menganalisis, dan hati yang mengambil keputusan haruslah tangan yang bersih, pikiran yang jernih, dan hati yang takut akan kesalahan. Jangan biarkan perbedaan pilihan melahirkan perpecahan, karena musuh kita yang sesungguhnya adalah keterbelakangan, ketertinggalan, dan ketidakadilan yang selama ini kita lawan bersama,” tegasnya.

     

    Lebih lanjut beliau mengajak seluruh elemen untuk menjadikan momen ini sebagai bukti kedewasaan berbangsa dan bernegara. “Kita adalah satu darah, satu tanah air, dan satu cita-cita. Apapun hasil kajian nanti, asalkan lahir dari proses yang benar dan jujur, harus kita terima dengan lapang dada sebagai titik awal melangkah bersama. Karena persatuan adalah harga mati, dan pelayanan kepada rakyat adalah tujuan utama kita semua,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.


    Catatan Debu Jalanan Gatra:

    “Ilmu memandu langkah, agama menjaga hati, dan patriotisme mengikat persaudaraan. KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani mengingatkan kita: perjuangan ini bukan untuk membagi, melainkan untuk menyatukan; bukan untuk kemenangan sesaat, melainkan untuk keadilan yang abadi. Maka tegakkanlah kebenaran, jaga persatuan, dan buktikan bahwa kita layak mewarisi semangat para pendahulu kita.”


    (M.A. Zakariyya SE - Debu Jalanan Gatra)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini