• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    BARTER MANGROVE 20%! Polairud RD: "Tidak Tahu" Padahal Dentuman Mesin Menggema di Depan pos

    Kamis, 13 Agustus 2026, Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T01:46:36Z
    masukkan script iklan disini



    Bangka Barat,OpsJurnal.Asia -


    Airnya hitam. Ikan mati. Hutan gundul, Itu potret *DAS Muara Kampak, Jebus* saat Tim OPSJURNAL turun langsung ke lapangan, Senin (11/8/2026). 


    Aliran sungai yang keruh berlumpur itu bukan berhenti di Kampak. *Ia mengalir deras, membawa lumpur dan racun langsung ke Sungai Mendaru.* Ekosistem pesisir Jebus sedang dibunuh perlahan.


    Penyebabnya satu: *TAMBANG PIP ILEGAL.* 

    Suara dentuman mesin ponton mengema dari pagi sampai malam. Jalan masuknya? Hutan mangrove yang dibantai habis.


    Dan semua itu jalan, karena ada *"UANG DAMAI 20%"*. 

    *"Kalau mau aman, setor 20% hasil timah. Itu bahasa halusnya"*, beber warga Kampak.


    Yang paling biadab: *Pos Polairud Polres Bangka Barat jaraknya tidak jauh dari lokasi.* Dentuman mesinnya sampai ke pos.


    Tapi saat dikonfirmasi Tim OPSJURNAL, anggota Polairud berinisial *RD* cuma jawab enteng:


    *"Saya tidak tahu pak soal tambang PIP itu"*


    Tidak tahu?! Di depan mata, di depan telinga, di depan pos.


    *"Ini bukan tidak tahu. Ini pura-pura tidak tahu! DAS Muara Kampak larinya ke Sungai Mendaru. Kalau ini dibiarkan, yang mati bukan cuma mangrove. Nelayan Mendaru ikut mati mata pencahariannya"*, sentak _Maryono_, Ketua Forum Nelayan Teluk Kelabat Dalam.


    Pertanyaannya sekarang: 20% itu nyumbat kemana?

     

    Sampai pengawasan segede ini bisa lumpuh total?


    Hingga berita ini naik, pimpinan Polairud dan Polda Babel belum memberikan jawaban. 


    OPSJURNAL menuntut: *TUTUP TAMBANGNYA! COPOT YANG MEMBIARKAN!*


    _Reporter: Tim OPSjurnal - Turun Langsung_  

    _OPSJURNAL Membuka Ruang Hak Jawab_

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini