• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Lestarikan Kearifan Budaya Lokal Pemdes Sukasari Gelar Pelatihan Seni Budaya Peguyuban kuda kepang Manunggal setyo Laras

    Rabu, 15 Juli 2026, Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T02:52:57Z
    masukkan script iklan disini



    Seluma,OpsJurnal.Asia -


    Langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya lokal merawat kearifan lokal, serta menumbuhkan minat generasi muda untuk mencintai kesenian kuda kepang, Pemerintah Desa Sukasari  Kecamatan Air periukan menggelar Pelatihan seni budaya kuda kepang Peguyuban Manunggal setyo Laras ,Selasa (14/7/2026).


    Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat di desa  Sukasari dalam memperkuat pelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan zaman serta kemajuan teknologi.


    Kuda kepang merupakan seni tradisional masyarakat Jawa yang berada di desa Sukasari Kecamatan Air periukan Kabupaten Seluma yang telah berkembang dan dikenal di berbagai daerah di Kabupaten Seluma khususnya.



     Selain menjadi hiburan rakyat, kesenian ini juga mengandung nilai sejarah, kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.


    Ketua Peguyuban Seni Budaya Kuda Kepang Manunggal setyo Laras, Suyatno mengatakan pagelaran dan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat desa Sukasari dalam menjaga warisan budaya Nusantara agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi penerus.


    "Pelatihan seni budaya kuda kepang  Peguyuban Manunggal setyo Laras ini kami gelar sebagai wujud pelestarian budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Seni tradisional ini adalah identitas masyarakat yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.


    Menurut Suyatno regenerasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Karena itu, Peguyuban Seni Budaya Kuda kepang Manunggal Setyo Laras secara aktif melibatkan anak-anak dan pemuda dalam setiap pertunjukan sebagai langkah pewarisan budaya.


    “Kami sengaja mengajak generasi muda untuk ikut berlatih dan tampil. Harapannya, mereka memiliki rasa cinta terhadap budaya sendiri dan kelak mampu meneruskan kesenian kuda kepang kepada generasi berikutnya,” katanya.


    Kepala Desa Sukasari Ahmad Kodari menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat berjalan tanpa adanya regenerasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar kesenian kuda kepang tetap lestari dan terus berkembang.


    “Dalam menjaga dan melestarikan budaya, khususnya kesenian kuda kepang, harus ada regenerasi. Anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk belajar dan berkarya agar kesenian ini tetap menjadi kebanggaan masyarakat Desa Sukasari "


    Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan sinergi antara masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah daerah. Dukungan bersama melalui pembinaan, penyelenggaraan pagelaran seni, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional.


    Ia juga mengatakan bahwa sebagai dukungan terhadap kegiatan tersebut Pemerintah Desa Sukasari sudah mengalokasikan Dana Desa (DD) menganggarkan dana untuk pelatihan kesenian seperti kuda kepang (kuda lumping). Penggunaan Dana Desa ini masuk dalam prioritas pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kebudayaan lokal.


    Kegiatan berlangsung di Sanggar Seni budaya Kuda Kepang Peguyuban  Manunggal setyo Laras di Dusun 1  RT 6 dihadiri Camat Kecamatan Air periukan, Kepala Desa Sukasari beserta perangkat desa,Pendamping desa,BPD beserta Anggota,Tokoh Masyarakat,Kadus 1 sampai kadus 3.


    Puncak acara di mana peserta yang merupakan anak-anak menampilkan keahlian kesenian kuda kepang di depan warga.

    (yd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini