Bekasi - Opsjurnal asia - Salah satu momen paling khidmat dan bersejarah dalam Rakernas ke-2 IKAPEKSI berlangsung pagi ini: prosesi pengukuhan kembali komitmen kepengurusan serta penandatanganan Fakta Integritas yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo. Prosesi ini diikuti oleh seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia, termasuk yang diwakili oleh utusan resmi DPC Kabupaten Garut.
Dalam arahannya sebelum penandatanganan, Ketua Umum menegaskan bahwa Fakta Integritas bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan ikrar suci yang mengikat hati, perkataan, dan perbuatan.
“Secara akademis dan yuridis, dokumen ini adalah pernyataan terbuka bahwa kita sadar sepenuhnya hak dan kewajiban yang diemban. Kita berjanji untuk tidak menyalahgunakan jabatan, menjunjung tinggi transparansi, patuh pada aturan negara serta Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dan mengutamakan kepentingan organisasi serta masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tegas Pranyoto Widodo.
Beliau menambahkan, “Integritas adalah pondasi kepercayaan. Jika pondasi ini retak, sekuat apa pun bangunan organisasi akan roboh. Maka pegang lah janji ini sekuat tenaga, di mana pun nanti kalian bertugas, baik di pusat maupun sampai ke pelosok desa.”
Prosesi berlangsung tertib dan khidmat. Setiap perwakilan DPD dengan jumlah 26 dan DPC dengan jumlah 25 menandatangani dokumen dengan penuh tanggung jawab, disaksikan langsung oleh pimpinan pusat dan saksi independen. Langkah ini menegaskan keseriusan IKAPEKSI membangun tata kelola organisasi yang bersih, berwibawa, dan profesional.
DPC Kabupaten Garut menyambut baik dan mendukung sepenuhnya langkah ini. “Ini adalah pedoman lurus bagi kami di daerah. Kami berjanji akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan Garut sebagai contoh daerah yang taat aturan dan berintegritas tinggi,” ujar utusan resmi DPC Garut seusai prosesi.
Catatan Debu Jalanan Gatra:
“Tinta di atas kertas akan memudar dimakan waktu, namun janji di dalam hati akan abadi dikenang sejarah. Fakta Integritas adalah cermin diri: di hadapan hukum kita sama, di hadapan rakyat kita harus jujur, dan di hadapan Tuhan kita bertanggung jawab sepenuhnya. Menjadi pemimpin bukan soal nama yang tercatat, melainkan soal kepercayaan yang terjaga selamanya.”
(M.A. Zakariyya, S.E)


