Garut - Opsjurnal.asia - Gebyar HARPI DPC Kabupaten Garut yang digelar hari ini menjadi sorotan utama dan mencuri perhatian luas di tengah masyarakat. Kehadiran perwakilan resmi Pemerintah Kabupaten Garut, Dr. Aam Fathuloh, S.Ip., M.Si., M.I.Kom., Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut, yang hadir mewakili Bupati Garut, menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini kini telah diperhitungkan sebagai kekuatan strategis yang patut didukung di daerah.
Dalam sambutannya yang memukau seluruh hadirin, Dr. Aam Fathuloh menyampaikan pesan langsung dari Bupati Garut sekaligus memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap peran perempuan yang tergabung dalam HARPI.
"Kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul ibu-ibu. Lebih dari itu, Gebyar HARPI adalah bukti nyata peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah," tegas Dr. Aam Fathuloh membuka pidatonya dengan penuh semangat. Kamis, (10/9/26)
Ia menyoroti rangkaian kegiatan yang disusun panitia — mulai dari seminar dan workshop peningkatan keterampilan, hingga lomba kebaya dan parade budaya. Menurutnya, kombinasi kegiatan ini sangat tepat sasaran dan sejalan dengan visi pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.
"Kebaya bukan sekadar busana. Itu identitas budaya, kekayaan warisan leluhur, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya digarap secara maksimal di Kabupaten Garut. Lewat kegiatan seperti ini, ibu-ibu tidak hanya tampil anggun dan berkelas, tetapi juga membuka peluang usaha baru, mandiri secara ekonomi, dan turut serta mempromosikan nama Garut ke kancah yang lebih luas," ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta yang memenuhi ruangan.
Poin yang menjadi sorotan paling utama dan menjadi angin segar bagi seluruh pengurus serta anggota HARPI adalah komitmen kerjasama langsung dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut.
"Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta jajaran siap mendukung dan bersinergi dengan HARPI. Pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan, serta pelestarian budaya adalah tiga pilar utama yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Garut," ungkap Dr. Aam Fathuloh dengan tegas.
Pernyataan ini memiliki makna yang sangat strategis. Artinya, ke depan pintu kerjasama dengan Pemerintah Daerah Garut terbuka lebar — bukan sekadar dukungan simbolis atau seremonial semata, melainkan kolaborasi nyata yang dapat dirasakan dampaknya secara langsung bagi peningkatan kesejahteraan anggota maupun masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Aam Fathuloh juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Garut yang berhalangan hadir secara langsung dikarenakan agenda prioritas lainnya.
"Beliau titip pesan: perempuan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang menjadi motor penggerak kemajuan keluarga dan masyarakat. Jika ibu-ibu mandiri, kuat, dan berilmu, maka keluarga sehat, masyarakat sejahtera, dan Kabupaten Garut akan semakin maju dan berdaya saing," ungkapnya dengan lantang dan penuh keyakinan.
Peserta yang hadir pun tampak antusias dan bangga. Banyak di antaranya mengaku terharu karena suara dan peran perempuan kini didengar, diakui, dan didukung secara langsung oleh pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Dr. Aam Fathuloh mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum kegiatan ini sebaik-baiknya.
"Manfaatkanlah setiap sesi hari ini dengan penuh tanggung jawab. Ilmu yang didapat dari workshop dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, kebersamaan yang terjalin di sini dapat menjadi kekuatan sosial yang memperkuat persatuan. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan berkarya nyata. Pemerintah daerah siap mendukung sepenuhnya potensi luar biasa yang dimiliki oleh perempuan Garut," pungkasnya.
(M.A. Zakariyya S.E)
