MANGGARAI – OpsJurnal.Asia. Keluhan mengenai maraknya pencurian di sejumlah permukiman yang ditinggalkan warga selama masa pengungsian pascagempa menjadi perhatian aparat kepolisian di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Keluhan tersebut disampaikan warga dalam sebuah grup WhatsApp Info Kecamatan Reok pada Selasa, 9 September 2026. Dalam diskusi itu, warga membahas kondisi keamanan lingkungan setelah sebagian masyarakat memilih bertahan di tenda pengungsian akibat masih merasakan gempa susulan.
Salah satu keluhan yang muncul adalah adanya rumah dan kios yang dibobol ketika pemiliknya berada di lokasi pengungsian. Sejumlah barang kebutuhan rumah tangga dan hewan ternak disebut ikut hilang.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga yang sebelumnya sudah menghadapi dampak gempa dan masih takut kembali menempati rumah.
Pada Selasa, 8 September 2026, gempa susulan bermagnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah Flores. Guncangan tersebut dirasakan warga dan membuat sebagian masyarakat tetap memilih berada di tenda.
“Baru mau masuk rumah beres-beres, eh goyang lagi. Kami sudah tidak berani tidur di dalam rumah. Lebih aman di tenda,” ujar Maria, warga Kecamatan Reok.
Warga Minta Patroli Malam
Dalam diskusi tersebut, warga juga meminta aparat keamanan meningkatkan patroli di kawasan permukiman, terutama pada malam hingga setelah tengah malam.
Warga berharap patroli dilakukan secara rutin untuk mencegah aksi pencurian di rumah dan kios yang ditinggalkan sementara oleh pemiliknya.
“Kami mohon kepada TNI dan Polri untuk rutin patroli malam. Minimal lewat dua-tiga kali di atas jam 12. Biar malingnya takut. Sekarang kami mengungsi, tapi harta di rumah tidak aman juga,” kata Tony.
Kapolsek Reo: Akan Ditindaklanjuti
Keluhan warga dalam grup WhatsApp tersebut mendapat respons dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Reo, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Joko Sugiarto, S.A.P., M.H.
Kapolsek Reo menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan maraknya pencurian tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
“Terima kasih informasinya. Akan kami tindak lanjuti,” kata Ipda Joko Sugiarto dalam diskusi di grup WhatsApp Info Kecamatan Reok.
Respons tersebut disampaikan setelah warga membahas keresahan terkait keamanan rumah dan kios yang ditinggalkan selama berada di tempat pengungsian.
Warga berharap tindak lanjut kepolisian dapat dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan patroli di kawasan permukiman, khususnya pada malam hari.
Di tengah situasi pascagempa, masyarakat juga diimbau tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat diminta tidak kembali menempati bangunan yang berisiko.
Reporter: Piter Bota
Reok, 9 September 2026




