• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Gedung Juang 45 Menteng Terlantar Rusak: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Desak Presiden Dan Kementerian PUPR RI Segera Pulihkan Serta Fungsikan Kembali

    Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T00:10:19Z
    masukkan script iklan disini

    Jakarta - Opsjurnal.asia - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, ketika semangat kebangsaan berkibar di segenap penjuru ibu kota, keprihatinan mendalam menyeruak melihat nasib Gedung Juang 45 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan saksi bisu perjuangan mempertahankan kemerdekaan itu kini terlantar, atap berlubang, balok kayu keropos, cat mengelupas, hingga penerangan mati suri seolah tak lagi menjadi bagian dari ingatan negara.

     



    Melihat kondisi yang memilukan tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. selaku Pakar Hukum Internasional sekaligus pemerhati sejarah bangsa, secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia Jenderal H. Prabowo Subianto bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kementerian PUPR RI) untuk segera mengambil langkah pemugaran menyeluruh sekaligus mengaktifkan kembali fungsi gedung bersejarah tersebut.

     

    Hal ini disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. saat memberikan keterangan kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan daring dalam maupun luar negeri, melalui sambungan telepon seluler dari kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta.

     


    “Selama ini perhatian pemerintah terhadap gedung-gedung bersejarah perjuangan bisa dibilang sangat kurang, bahkan nyaris tidak ada. Seperti Gedung Juang 45 Menteng ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Atap, kasau, balok, dan papan sudah keropos dan copot, seolah tidak pernah disentuh perhatian sedikitpun. Sungguh ironi yang menyayat hati. Ke mana para pemerhati sejarah dan tokoh bangsa sampai hal ini bisa terjadi? Saya yakin hal serupa juga menimpa gedung-gedung bersejarah lainnya di seluruh pelosok tanah air,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. dengan nada getir namun tegas.

     

    Ia memohon agar Presiden Prabowo Subianto segera memerintahkan jajarannya, khususnya Kementerian PUPR RI, untuk memulihkan prasarana seluruh bangunan bersejarah di Indonesia. Sementara itu, ia juga menyoroti belum adanya langkah nyata dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merenovasi gedung tersebut, padahal kemampuan dan kewenangan itu ada. Padahal, gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sumber cahaya edukasi perjuangan yang harus terus dinyalakan bagi generasi penerus.

     



    “Tanpa adanya saksi sejarah yang terawat dengan baik, penjajahan—baik secara fisik maupun mental—bisa saja kembali mengintai bangsa ini. Dunia boleh melupakan masa lalunya, namun bagi bangsa Indonesia, masa lalu adalah tongkat penyangga menuju masa depan, adalah cermin jatidiri kita berbangsa dan bertanah air,” tegasnya.

     

    Bersama para pencinta dan pemerhati Gedung Juang 45 Menteng, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. memohon agar gedung ini tidak sekadar diperbaiki fisiknya, melainkan dihidupkan kembali fungsinya sebagai pusat pendidikan sejarah dan semangat perjuangan bagi anak muda Indonesia.

     



    “Negara tidak akan merugi sepeser pun merawat Gedung Juang 45 ini. Justru negara akan kehilangan jiwanya jika membiarkannya runtuh. Mari kita kembali menjadikan gedung ini tempat berkumpul, bersilaturahmi, serta memperkuat tekad bersama menjaga kemerdekaan yang telah ditebus dengan darah dan air mata para pendahulu,” harapnya.

     

    Salah satu pengurus pelestari gedung, Haji Erin, menambahkan: “Perawatan dan pengaktifan kembali Gedung Juang 45 sangat mendesak dilakukan mengingat nilai sejarah perjuangan yang tersimpan di dalamnya sangat besar bagi seluruh rakyat Indonesia.”

     


    Di akhir pernyataannya, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. berharap Presiden Republik Indonesia beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkenan memperhatikan dan segera merenovasi gedung ini, agar energi semangat nasionalisme yang dulu berkobar di dalamnya kembali menyala menerangi perjalanan bangsa.


    Narasumber:

    Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

    Pakar Hukum Internasional | Ekonom Nasional

    Presiden Partai Oposisi Merdeka

    Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia

    Jenderal Kompii | Ketua Umum YPLBH Pronass Unggul

    Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

    Ketua Umum YPP Brigip | Ketua Umum Komite Wartawan Indonesia

     

    Catatan Debu Jalanan Gatra

    Merawat gedung perjuangan sama artinya dengan merawat janji kemerdekaan. Jika tembok saksi pengorbanan dibiarkan runtuh, maka kita sedang melupakan asal-usul kita sendiri.

    (Zakariyya-debujalanangatra)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini