Wawancara Khusus Bersama Rd. H. Holil Aksan Umarzaen Melalui Sambungan Telepon, Sabtu, (05/07/26)
Garut - Opsjurnal.asia | Debu Jalanan Gatra | - Berada ribuan kilometer jauhnya dari tanah kelahiran, tepat di hadapan gedung bersejarah United States Capitol, Washington, D.C., Rd. H. Holil Aksan Umarzaen menyampaikan renungan mendalam tentang hakikat kepemimpinan dan tanggung jawab pengabdian, dalam wawancara khusus yang dilaksanakan melalui sambungan telepon hari ini.
"Setiap perjalanan yang kita tempuh adalah ruang yang luas untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan," ungkap Rd. H. Holil dengan nada yang tenang namun berwibawa. "Berdiri tegak di hadapan gedung Kongres Amerika Serikat ini, menjadi pengingat yang sangat nyata bagi saya: bahwa sebuah negara dan pemerintahan yang kokoh tidak pernah berdiri di atas kekuasaan semata, melainkan dibangun di atas tiga pilar utama: integritas yang tak tergoyahkan, visi yang jauh ke depan, dan keberpihakan yang teguh kepada rakyat."
Beliau menambahkan, arsitektur megah dan sejarah yang tersimpan di sana bukan sekadar simbol kemajuan suatu bangsa, melainkan cermin bagaimana sebuah sistem dibangun untuk melayani kepentingan umum. Hal ini menjadi bahan perbandingan sekaligus motivasi yang mendalam untuk upaya pembangunan di tanah air, khususnya bagi cita-cita kemajuan wilayah Garut Utara.
Pengalaman berharga ini, kata beliau, tidak akan berhenti sekadar menjadi kenangan atau wawasan pribadi. "Semoga apa yang saya pelajari dan rasakan di sini, menjadi inspirasi nyata bagi langkah kita semua. Semoga ini menambah kekuatan hati untuk terus mengabdi, membangun daerah yang kita cintai, dan memperjuangkan kemajuan bangsa dengan semangat persatuan yang tak terputus, serta pengabdian yang tulus tanpa pamrih," tegasnya dengan nada patriotik yang membara.
Bagi Rd. H. Holil, perjalanan ini menguatkan keyakinan bahwa cita-cita kemajuan Garut Utara tidak akan terwujud hanya dengan keinginan semata, melainkan dengan ketulusan hati, kemampuan memimpin dengan teladan, dan kesetiaan untuk selalu meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Di akhir penghujung komunikasi, "Kelak saat saya kembali ke tanah Garut, saya membawa bukan hanya cerita perjalanan, melainkan semangat baru: bahwa kepemimpinan sejati adalah amanah, dan kemajuan sejati adalah ketika manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
(M.A. Zakariyya, S.E.)


