• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Anggota BPS Hizkia Ahmad Ansori Tegaskan Sesuai Aturan; Warga Imas Kodariah, Akhirnya Keadaan Kami Tercatat Apa Adanya

    Rabu, 29 Juli 2026, Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T06:34:23Z
    masukkan script iklan disini

    Garut - Opsjurnal.asia - Kegiatan pendataan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Desa Mekarsari hari ini berlangsung luar biasa, tidak hanya karena kelengkapan prosedurnya, namun karena mampu membuktikan bahwa data yang jujur adalah fondasi utama pelayanan publik yang adil. Kegiatan ini dilandasi kesadaran hukum yang tinggi serta dedikasi petugas untuk mencatat realitas masyarakat apa adanya.

     


    Hizkia Ahmad Ansori, Anggota BPS, menjelaskan secara akademis dan yuridis bahwa pendataan ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan amanah yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan:

     

    - Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan penyajian data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan;

    - Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS yang mengamanatkan perlindungan jaminan sosial didasarkan pada data kependudukan yang valid;

    - Serta Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang mewajibkan kepesertaan disusun berdasarkan data yang terintegrasi.

     

    “Pendataan yang kami lakukan adalah upaya sistematis memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perlindungan negara. Data yang benar adalah jembatan yang menghubungkan warga dengan haknya. Jika data rapi dan jujur, maka hak terjamin; jika data lengkap, maka pelayanan menjadi tepat sasaran,” tegas Hizkia saat melaksanakan sensus langsung di lapangan. Rabu, (29/7/26)

     


    Keterbukaan dan ketelitian petugas disambut dengan respon yang sangat positif oleh warga. Imas Kodariah, Kp Cadas Bodas RT 02 RW 10 Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, salah satu warga yang disensus langsung oleh Hizkia Ahmad Ansori, menyampaikan perasaan lega yang mendalam:

    “Selama ini saya merasa keadaan ekonomi keluarga kami tak pernah terwakili dengan benar dalam catatan. Hari ini, Pak Hizkia bertanya dengan sabar, mencatat dengan teliti, dan apa yang tertulis persis sama dengan kenyataan hidup kami sehari-hari. Terima kasih, akhirnya kami dicatat apa adanya.”

     

    Peristiwa sederhana namun bermakna besar ini menunjukkan bahwa ketika negara hadir dengan kejujuran dan kesungguhan, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Data yang tidak memihak, tidak melebih-lebihkan, dan tidak mengurangi kenyataan adalah awal dari keadilan yang sesungguhnya.




    Catatan Debu Jalanan Gatra:

    “Angka di atas kertas bukan sekadar hitungan, melainkan cermin wajah rakyat. Di Desa Mekarsari hari ini kita belajar: mencatat apa adanya adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain. Dan dari data yang jujurlah, perlindungan negara akan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkannya.”

     

    Sumber: Kegiatan pendataan langsung BPS, 29 Juli 2026

    Narasumber:

    1. Hizkia Ahmad Ansori – Anggota Badan Pusat Statistik

    2. Imas Kodariah – Warga Desa Mekarsari


    (Zakariyya - Debu Jalanan Gatra)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini