• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Wujudkan Anak Dan Remaja Bebas NARKOTIKA, BNN Perkuat Layanan Rehabilitasi Melalui Program ANANDA BERSINAR

    Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T17:31:01Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia – Jakarta, Penguatan Program Ananda Bersinar, yang merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika, tidak hanya ditempuh melalui jalur pencegahan semata. Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi anak dan remaja yang terpapar penyalahgunaan zat adiktif. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan sekaligus pemulihan bagi generasi muda agar dapat kembali melangkah secara positif.

     

    Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, BNN melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah di lingkungan Deputi Bidang Rehabilitasi menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Implementasi Skrining dan Intervensi Singkat pada Anak dan Remaja. Menggunakan instrumen ASSIST-Y (Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test for Youth), kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida di PPSDM Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Timur, pada Rabu (3/6/2026).

     

    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para petugas dalam menerapkan metode ASSIST-Y secara tepat dan akurat saat menangani kasus pada kelompok anak dan remaja. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencetak tenaga pelatih inti yang nantinya dapat melanjutkan pembekalan, memberikan pendampingan, serta mereplikasi penerapan metode ini di daerah masing-masing. Langkah ini sekaligus mendukung pelaksanaan Program SINARI, yaitu Skrining dan Asesmen Narkotika Terintegrasi di Sekolah, guna menghadirkan layanan yang terstandar, terpadu, dan berkelanjutan.

     

    Para peserta yang terdiri dari jajaran pejabat dan tenaga teknis lingkup Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dibekali materi lengkap, mulai dari tata cara pelaksanaan skrining, cara menafsirkan hasil temuan, hingga menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan tingkat risiko yang terdeteksi.

     

    Salah satu narasumber kegiatan, Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS, selaku Widyaiswara Ahli Utama BNN, menjelaskan bahwa pendekatan terhadap anak dan remaja memiliki kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan penanganan pada kelompok usia dewasa. Menurutnya, kunci keberhasilan proses penanganan terletak pada kemampuan petugas membangun hubungan baik dan mendapatkan kepercayaan dari anak atau remaja tersebut sejak awal interaksi.

     

    “Penanganan pada usia muda tidak dapat disamaratakan dengan orang dewasa. Kita harus memahami karakteristik dan kebutuhan khusus mereka. Jika hubungan dan kepercayaan sudah terjalin dengan baik, maka proses asesmen dan upaya pemulihan akan berjalan jauh lebih efektif,” ujar dr. Diah.

     

    Ia menambahkan, layanan rehabilitasi yang berkualitas tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik dan menghentikan penggunaan zat adiktif semata, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri, membentuk pola perilaku yang positif, serta memperkuat ketahanan diri agar tidak terjerumus kembali ke lingkaran yang sama.

     

    Melalui penguatan kapasitas ini, BNN menargetkan agar kualitas layanan rehabilitasi bagi anak dan remaja dapat meningkat dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi dukungan nyata bagi keberhasilan Program Ananda Bersinar, menuju terwujudnya generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

     

    (M.A.Zakariyya S.E)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini