Bojonegoro , Jatim – Ditjen Dukcapil Kemendagri merilis Data Kependudukan Bersih Dinamis per 22 Juni 2026.
Jumlah penduduk Indonesia kini mencapai 290.028.295 jiwa, bertambah sekitar 1,7 juta dari Semester II 2025.
Dari total tersebut, laki-laki berjumlah 146.355.092 jiwa, sedangkan perempuan 143.673.203 jiwa.
Dengan komposisi itu, jumlah penduduk laki-laki masih sedikit lebih banyak dibanding perempuan.
Sementara itu, Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan sekitar 75,39 juta jiwa atau 26 persen.
Kelompok ini lahir pada 1997–2012, sehingga kini berusia sekitar 14 hingga 29 tahun.
Rentang usia tersebut mencakup pelajar, mahasiswa, pekerja muda, hingga yang mulai berkeluarga.
Kondisi itu menunjukkan Indonesia masih memiliki bonus demografi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
Di saat yang sama, layanan administrasi kependudukan juga terus menunjukkan kemajuan.
Perekaman biometrik KTP-el telah menjangkau 207.509.787 jiwa hingga 22 Juni 2026.
Bahkan, DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang mencatat perekaman KTP-el mencapai 100 persen.
Selanjutnya, transformasi digital terus dipercepat melalui layanan kependudukan berbasis elektronik.
Pengguna aktif Identitas Kependudukan Digital (IKD) kini telah mencapai 19.977.458 orang.
Capaian tersebut memperlihatkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.
Karena itu, data kependudukan terbaru menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan nasional.
Mulai dari pelayanan publik, bantuan sosial, hingga program pembangunan agar lebih tepat sasaran.
Penulis Agus Harianto.
Sumber: Ditjen Dukcapil Kemendagri, Data Kependudukan Bersih Dinamis per 22 Juni 2026.

