• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ketua PM Gatra: Nilai Luhur Pancasila Jadi Kompas dan Landasan Perjuangan yang Bermartabat

    Senin, 01 Juni 2026, Juni 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-01T01:22:16Z
    masukkan script iklan disini

    Garut, Opsjurnal.asia — Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, menjadi momentum penting untuk menempatkan dasar negara ini bukan hanya sebagai simbol kenegaraan, melainkan sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah perjuangan — termasuk aspirasi pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara.

     

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzaen, dalam wawancara eksklusif bersama Kepala Perwakilan Jawa Barat Media Opsjurnal.asia, M.A. Zakariyya, S.E., melalui percakapan WhatsApp, Senin (01/06/2026) pagi.

     

    Menurutnya, perjuangan menyuarakan aspirasi masyarakat harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila agar tetap berada di jalur yang benar, damai, dan berkeadilan.

     

    “Pancasila bukan sekadar hafalan atau tulisan di lambang negara. Ia adalah ruh dan kompas moral yang harus mengarahkan setiap langkah kita. Tanpa berlandaskan nilai ini, perjuangan bisa kehilangan arah dan makna yang sesungguhnya,” tegasnya.

     

    Ia menguraikan relevansi nyata setiap sila Pancasila dalam konteks perjuangan tersebut:

     

    - Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan utama agar seluruh proses berjalan di atas kebenaran, keikhlasan, dan tanggung jawab moral. Segala upaya dilakukan dengan niat baik dan mengharapkan ridha Allah SWT.

     

    - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengajarkan bahwa perjuangan tidak boleh dijalankan dengan cara yang memecah belah atau merendahkan pihak lain. Segala aspirasi disampaikan dengan santun, saling menghormati perbedaan pandangan, dan tetap menjunjung tinggi harkat martabat sesama anak bangsa.

     

    - Persatuan Indonesia menjadi perekat kekuatan. Perjuangan ini sama sekali tidak bertujuan untuk memisahkan diri, melainkan justru ingin memperkuat persatuan melalui pemerataan kesempatan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap dijaga sebagai pondasi kebersamaan.

     

    - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menjadi acuan cara berjuang. Setiap aspirasi disampaikan melalui jalur dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, demi mencapai keputusan terbaik bagi kepentingan rakyat banyak.

     

    - Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi tujuan akhir yang diperjuangkan. Aspirasi ini lahir dari keinginan agar masyarakat Garut Utara mendapatkan hak yang setara: akses pelayanan publik yang lebih dekat, pembangunan yang merata, dan kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh lapisan warga tanpa diskriminasi.

     

    “Mari kita pegang teguh nilai-nilai ini. Kita tidak sedang berjuang untuk kekuasaan semata, melainkan memperjuangkan masa depan yang lebih baik, adil, dan bermartabat bagi anak cucu kita kelak. Perjuangan yang berpijak pada Pancasila akan selalu mendapatkan tempat di hati dan jalan yang diridhoi,” tambahnya.

     

    Di akhir pernyataannya, ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini semakin memperkokoh tekad dan persatuan seluruh elemen masyarakat. “Semoga semangat dasar negara ini senantiasa mengiringi langkah kita, mewujudkan cita-cita mulia demi kejayaan Kabupaten Garut Utara dan Indonesia tercinta,” pungkasnya.

     

    (M.A. Zakariyya, S.E.)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini